oleh

11 Rumah di Konkep Disapu Angin Puting Beliung, Pemda Bakal Beri Bantuan

LANGARA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) bakal mengalokasikan bantuan materil pada warganya, yang tertimpa guncangan angin puting beliung pada Minggu malam 29 Januari waktu lalu.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun 11 rumah warga Konkep mengalami rusak berat akibat puting beliung tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan BPBD Konkep, M Yusuf Pariama menuturkan, pihaknya telah meninjau langsung di lapangan bersama Kadis Sosial dan Anggota Legislatif Konkep, Muh Rizal pada saat kejadian.

Hasil peninjauan, ditemukan beberapa rumah yang mengalami rusak parah akibat serangan angin puting beliung. Seperti di Desa Lamongupa Kecamatan Wawonii Tengah misalnya, Ibu Siti Nurma (41), Salna (38), Rahman dari Desa Wungkolo Wawonii Selatan serta Hendi (36), Desa Lapulu Kecamatan  Wawonii Timur. Kondisi tempat mereka bermukim selama ini sangat memprihatinkan atau rusak parah. Sedang yang lainnya mengalami rusak ringan.

“Terkait bencana alam ini, kami sudah melaporkan langsung pada Pak Bupati, adapun hasil pelaporan, Bupati Konkep, Amrullah sudah mengintruksikan untuk sesegera mungkin memberikan bantuan pada warga, korban amukan puting beliung,”ucap Yusuf Pariama, Selasa (30/1/2018).

Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan BPBD Konkep, M Yusuf Pariama. (Foto: Ajad Sudrajat)

Yusuf menerangkan, bantuan yang akan diberikan nantinya berupa dana bantuan perbaikan yang dibagi dalam tiga kriteria, adapun kriterianya pertama rusak parah, rusak sedang dan rusak ringan.

“Mengenai nominalnya, belum bisa disebutkan karena harus dirincikan dulu, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi kontruksi bangunan sebelum ditimpa bencana,” terangnya.

Ia juga menambahkan, warga korban bencana terlebih dahulu harus menyetorkan Kartu Keluarga (KK) dan KTP, hal ini sebagai arsip BPBD Konkep.

“Metode penyalurannya melalui transfer ke Rekening masing-masing,”jelasnya.

Tempat terpisah, Prakirawan Stasiun Maritim Meteorologi Kendari, Adi Istyono, saat dihubungi melalui via WhatsApp menjelaskan, bencana alam yang terjadi di Konkep Minggu malam, disebabkan adanya gangguan atmotsfer atau anomali sehingga menimbulkan hujan lebat dan petir dan membuat cuaca menjadi ekstrim.

“Hal itulah yang menyebabkan potensi angin puting beliung terjadi,”ungkapnya.

Dirinya juga mengimbau agar seluruh masyarakat Konkep khususnya serta umumnya di Sultra agat lebih waspada, karena saat ini sudah memasuki musim penghujan tentu hal ini bisa saja terjadi kembali.

Reporter: Ajad Sudrajat
Reporter: Kardin

Terkini