Reporter : Hendrik B
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Aksi unjuk rasa menuntut penangkapan tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo di depan Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Selasa (22/10/2019) berujung ricuh. Buntutnya, 12 mahasiswa mengalami luka-luka dan sesak nafas. Akibatnya 2 diantaranya dilarikan ke Puskesmas Poasia untuk mendapatkan perawatan medis.
Jumlah itu diperoleh berdasarkan data tim medis Korps Suka Relawan (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Universitas Halu Oleo (UHO).
Bagian Penanganan KSR PMI Unit UHO, Mita mengatakan, 7 mahasiswa mengeluhkan sesak nafas, 4 mahasiswa luka sobek, dan 1 mahasiswa mengeluhkan sakit kepala dan uluh hati.
BACA JUGA:
- Kolaborasi Energi dan Komunitas, Pertamina Sukseskan Sultra Enduro Rally 2026 di Baubau
- Pemkab Konkep Paparkan Capaian Satu Tahun Pemerintahan melalui LKPJ 2025
- IPMAPAL Soroti Rencana Aktivitas PT Sambas Minerals Mining, Minta Kejelasan Sebelum Beroperasi
“Jadi dua mahasiswa yang dilarikan ke Puskesmas Poasia yakni Muhammad Fadli karena mengalami luka sobek pada bagian jari-jari kakinya akibat terkena pagar besi. Sedangkan Imam Saputra karena sakit kepala dan uluh hatinya nyeri akibat terkena pukulan,” terang Mita kepada MEDIAKENDARI.com. (B)
