KONUT, MEDIAKENDARI.com – Perjalanan 19 tahun Kabupaten Konawe Utara menjadi momentum refleksi atas capaian pembangunan yang terus menunjukkan arah positif. Dalam rapat Paripurna yang berlangsung khidmat, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi kunci utama terwujudnya pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
DPRD Kabupaten Konawe Utara disebut sebagai mitra strategis pemerintah daerah yang memegang peran vital melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi tersebut menjadi pilar demokrasi lokal yang memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan berjalan dengan integritas, berorientasi jangka panjang, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Perbedaan pandangan harus kita jadikan sebagai ruang dialog, bukan sumber perpecahan. Kritik adalah energi perbaikan, bukan hambatan kolaborasi. Dan kepentingan rakyat harus selalu menjadi kompas utama dalam setiap keputusan,” ungkap, Bupati Konut, H. Ikbar menyampaikan dalam forum rapat Paripurna, Jumat, 2 Januati 2026.
Pada usia ke-19, Konawe Utara menunjukkan kematangan sebagai daerah otonom. Dari wilayah hasil pemekaran, kini Konawe Utara tumbuh menjadi kabupaten yang semakin mapan secara kelembagaan, luas jangkauan pembangunannya, serta percaya diri menghadapi tantangan masa depan.
Berbagai indikator pembangunan mencatatkan hasil menggembirakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat konsisten dari 69,86 pada tahun 2020 menjadi 72,71 pada tahun 2024. Harapan lama sekolah mencapai 13,13 tahun, sementara rata-rata lama sekolah berada di angka 9,61 tahun, menjadi fondasi penting bagi daya saing sumber daya manusia jangka panjang.
Di sektor kesehatan, prevalensi stunting berdasarkan data e-PPGBM berhasil ditekan signifikan dari 10,2 persen pada tahun 2021 menjadi 5,4 persen pada tahun 2024. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga masa depan Konawe Utara sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak.
Pemerataan pembangunan juga terus menguat. Gini Rasio Konawe Utara mengalami penurunan dari 0,399 pada tahun 2022 menjadi sekitar 0,378 pada tahun 2024, menandakan distribusi kesejahteraan yang semakin adil di tengah masyarakat.
Dari sisi ekonomi, rata-rata pertumbuhan daerah tercatat lebih dari 7 persen per tahun. Pertumbuhan ekonomi bangkit dari kontraksi -0,72 persen pada 2020 menjadi 5,03 persen pada 2023 dan meningkat lagi menjadi 5,74 persen pada 2024, melampaui rata-rata provinsi.
PDRB per kapita pun naik signifikan dari sekitar Rp58,67 juta per orang pada 2020 menjadi Rp77,30 juta per orang pada 2024.
Penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu capaian paling menonjol. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 14,32 persen pada 2021 menjadi 13,17 persen pada 2024, dan kembali turun menjadi sekitar 11,89 persen pada 2025.
“Capaian tersebut menjadikan Konawe Utara sebagai daerah dengan penurunan kemiskinan tercepat dan paling signifikan di Sulawesi Tenggara dalam periode 2022–2025,” jelasnya.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka relatif rendah dan terkendali di kisaran 2 persen dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan kemampuan perekonomian daerah dalam menyerap angkatan kerja.
Dengan mengusung tema “Menguatkan Identitas, Menggapai Masa Depan”, pembangunan Konawe Utara tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka, tetapi pada pembangunan manusia, penguatan martabat sosial, serta kesiapan menghadapi transformasi ekonomi, perubahan iklim, digitalisasi, dan dinamika global.
“Konawe Utara bukan milik satu generasi, bukan milik satu kelompok, dan bukan milik satu periode kepemimpinan. Ia adalah amanah yang harus kita kelola bersama dan warisan yang harus kita jaga untuk masa depan,” pungkasnya.
