Hebat! SMK di Kolut Ciptakan Obat Kanker dari Daun Kelor

183
Ruang Praktikum Jurusan Farmasi SMK Negeri 1 Watunohu
Ruang Praktikum Jurusan Farmasi SMK Negeri 1 Watunohu. (Foto: Bahar)

LASUSUA – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 (Satu) Watunohu Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jurusan Farmasi menemukan obat dalam tubuh manusia (Kanker) yang di kemas berbentuk Kapsul berbahan bakunya Daun Kelor.

Kepala SMKN 1 Watunohu, Muh Yadi menjelaskan, penemuan obat yang berbahan daun kelor yang telah di kemas menjadi kapsul oleh siswa jurusan Farmasi itu, telah diproduksi beberapa tahun lalu dan baru tahun ini di promosikan di pasaran  untuk diperjual belikan di masyarakat.

“Penemuan ini melalui proses yang panjang dengan  penelitian dan praktek-praktek serta ditunjang dengan alat khusus yang dipunyai jurusan Farmasi ini dan bukan saja berbahan daun kelor, tetapi ada beberapa jenis daun yang diramu dijadikan obat, yang  di kemas menjadi kapsul untuk obat kanker,” ungkap Yadi di ruang praktek, Selasa (13/3/2018).

Menurutnya, selama pembuatan atau penemuan obat kanker yang berbahan dari daun kelor dan beberapa jenis daun-daun yang ada disekitar perkebunan warga oleh siswa Jurusan farmasi ini, telah banyak peminat baik dari dalam daerah maupun dari luar daerah .

Kepala SMKN 1 Watunohu, Muh Yadi
Kepala SMKN 1 Watunohu, Muh Yadi. (Foto: Bahar)

“Harga perkemasan Rp 350 ribu dan itu kalau ada pesanan, baru dikerja untuk diramu, karena untuk sementara kapsul ini belum bisa tahan lama, makanya ada pesanan baru kami buatkan untuk pesanan,” ungkapnya.

Karena itu, Yadi mengakui, penemuan oleh siswanya ini belum ada pengakuan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari .

“Kami telah masukan proposal pengakuan dari BPOM di Kendari 2015  tahun lalu, tetapi pihak BPOM sendiri belum ada respon terkait penemuan siswanya, katanya menunggu antrian karena banyaknya menyusul, itupun pihak BPOM akan turun mengcek ke sekolah tersebut,” terangnya.

“Kalau sudah ada pengakuan atau Lisensi dari BPOM kemungkinan orang akan melirik kesini dan itu bukan saja obat kanker yang di buat oleh siswa kami tapi juga ada Balsem anti iritasi dan gatal-gatal yang terbuat dari jenis daun-daunan,” tutupnya.

Reporter: Bahar 
Editor: Kardin

LEAVE A REPLY