Tilang Empat Pengendara Bermotor, Satlantas Polres Baubau Didemo

288
Mahasiswa yang tergabung dalam Wahana dan Aspirasi Aksi Masyarakat (WARAS) Kepulauan Buton (Kepton)
Mahasiswa yang tergabung dalam Wahana dan Aspirasi Aksi Masyarakat (WARAS) Kepulauan Buton (Kepton) saat melakukan aksi protes di depan kantor Satlantas Polres Baubau. (Foto: Ardilan)

BAUBAU – Mahasiswa yang tergabung dalam Wahana dan Aspirasi Aksi Masyarakat (WARAS) Kepulauan Buton (Kepton) memprotes tindakan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Baubau yang menilang empat pengendara motor pada Selasa malam, 06 Maret 2018 lalu.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Fando mengatakan, anggota Patmor Raimas Satuan Sabhara Polres Baubau tidak semestinya menahan empat pengendara motor tersebut karena saat itu pengendara tengah parkir di Jalan Betoambari atau tepat di depan SMA Negeri 2 Baubau.

“Patmor yang kebetulan sedang melakukan razia malam itu langsung menahan dan membawa motor empat pengendara tersebut ke Satlantas Polres Baubau,” ungkap Fando dalam orasinya di depan Kantor Satlantas, Selasa (13/3/2018).

Menurut dia, hal itu bertentangan dengan Pasal 297 junto 115 b Undang Undang Lalulintas.

“Bagaimana motor mau dijerat dengan Pasal ugal-ugalan dan melanggar rambu lalu lintas sementara motor yang ditilang dalam keadaan mogok,” tambahnya.

Fando menuturkan, anggota Satlantas Polres Baubau bernama pak Haryono melakukan penilangan yang tidak sesuai prosedur.

“Kami minta kepada Satlantas agar melepaskan motor yang ditilang tersebut dan mencopot anggota Satlantas Polres bernama Haryono karena menilang tidak sesuai prosedur,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Baubau, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Lesmana Pramuditya membenarkan perihal penilangan empat pengendara motor tersebut.

“Itu penilangan sekitar jam 12 malam di Jalan Betoambari, saat itu motor diamankan oleh anggota Raimas Polres Baubau. Diindikasikan balapan liar karena saya mendapat laporan dari warga sekitar Betoambari bahwa ada anak-anak di bawah umur sedang balapan liar,” ungkap Lesmana dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Kata dia, pihaknya melakukan penilangan karena yang bersangkutan adalah anak di bawah umur yang tidak memiliki SIM dan tidak menggunakan Helm.

“Motor itu ditilang bukan sedang parkir tetapi dalam keadaan didorong mau dimasukin ke dalam rumah karena takut melihat anggota Sabhara Polres,” pungkasnya.

Reporter: Ardilan
Editor: Kardin

LEAVE A REPLY