Debat Publik Pilwali Baubau, Begini Cara Lima Paslon Sejahterakan Masyarakatnya

85

BAUBAU – Debat publik kandidat Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau telah digelar pada Sabtu malam (12/5/2018).

Pantauan wartawan Mediakendari.com, debat berlangsung cukup menarik dengan dipandu moderator cantik bernama Yulfitri Nessa dan empat orang panelis yakni Prof Susanto Zuhdi MHUM berasal dari Universitas Indonesia (IU), Prof Dr Hasanuddin Bua MSi dan Prof Ir H La Sara MSi PhD dari Universitas Halu Oleo (UHO), serta Prof Ir Sumbangan Baja MPhil pHD dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Debat publik yang diikuti oleh lima kontestan tersebut berfokus pada cara-cara para kandidat agar mensejahterakan masyarakat apabila terpilih sebagai orang nomor satu di Kota Baubau kelak.

Paslon Wali Kota nomor urut satu, Roslina Rahim-Laode Yasin misalnya, menyampaikan apabila terpilih, cara untuk mensejahterakan masyarakat adalah mengembangkan kearifan lokal yang menjadi warisan dari leluhur masyarakat Baubau.

“Seperti Benteng keraton saat ini tidak ada optimalisasi dan dukungan infrastruktur. Dalam program kami nanti akan kami tata semenarik mungkin agar menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung,” kata Roslina Rahim.

Paslon nomor urut dua, AS Tamrin-Laode Ahmad Monianse membeberkan programnya dalam upaya mensejahterahkan masyarakat yakni dengan pendekatan empat pilar pembangunan.

“Empat pilar yaitu pembangunan sumber daya manusia, pembangunan sarana prasarana infrastruktur, pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan dan budaya serta tercipta suasana tertib, aman, terpadu dan lancar,” ujar Tamrin.

Sedangkan Paslon nomor urut tiga, Waode Maasra Manarfa-Ikhsan Ismail mengatakan, untuk mencapai kesejahteraan, masyarakat Baubau harus memiliki tiga unsur yakni otak cerdas, tubuh yang sehat dan kantung yang penuh.

“Yang saya maksud itu masyarakat punya pendidikan yang bagus, tubuh sehat dan pendapatan meningkat. Hal itu akan kami wujudkan melalui program unggulan kami dengan cara memberikan anggaran kepada setiap Kelurahan sebanyak Rp 1 Milyar hingga Rp 1,2 Milyar pertahunnya,” terang Maasra.

Paslon nomot urut empat, Yusran Fahim-Ahmad memiliki pandangan lain mengenai cara untuk mensejahterakan masyarakat yaitu menjadikan kota Baubau lebih baik.

“Pembenahan pada industri-industri yang ada di Baubau, perbaikkan pada bidang kesehatan, infrastruktur akan mendukung daya beli masyarakat itu lah maksud kami agar Baubau menjadi lebih baik lagi kedepannya,” ungkap Yusran Fahim.

Sementara, paslon nomor urut terakhir atau nomor lima, Ibrahim Marsela-Ilyas menuturkan mensejahterakan rakyat perlu mencapai lima sektor strategis.

“Lima sektok itu, pertama adalah menjadikan Baubau sebagai kota dagang, kota jasa, kota industri, kota budaya dan kota pendidikan. Apabila hal itu telah dicapai baru kita lakukan reformasi birokrasi,” tegas Ibrahim Marsela.


Reporter: Ardilan
Editor: Kardin

LEAVE A REPLY