Miliki Cargo Bersertifikat IOS, Bandara Haluoleo Support Peningkatan Ekonomi Sultra

216
Bandara Haluoleo
Kepala Bandara Haluoleo Sulawesi Tenggara (Sultra), Rudi Richardo. Foto: Waty

KENDARI – Melihat potensi ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra), Bandara Haluoleo siap mendorong peningkatan ekonomi Sultra.

Kepala Bandara Haluoleo Sulawesi Tenggara (Sultra), Rudi Richardo mengungkapkan, pihaknya siap mensupport dan memaksimalkan peningkatan ekonomi Sultra.

“Berkaitan dengan adanya ekspor Sultra, kami melihat potensi produk-produk Sultra melalui perhubungan udara bisa dimaksimalkan untuk mendorong peningkatan ekonomi Sultra,” ujar Rudi saat ditemui pada kegiatan Coffe Morning, Selasa (15/05/2018).

Dia menuturkan, ketersediaan cargo bersama angkasa pura dan Bandara Haluoleo memberikan peluang bagi pelaku usaha di Sultra agar memanfaatkan potensi yang ada.

“Berkaitan dengan ekspor Sultra, akan banyak bermanfaat untuk pelaku usaha, antara lain, di Bandara transit itu tidak perlu lagi dilakukan pemeriksaan ulang, pembongkaran ulang, tinggal memperlihatkan berkas dokumen ekspor. Begitu sampai di Bandara Haluoleo langsung dikirim ke Bandara Internasional untuk melakukan ekspor,” ucapnya.

BACA JUGA: Pihak Bandara Haluoleo Larang Penumpang Bawa Power Bank Kapasitas Tinggi

Dirinya mensupport sepenuhnya dan pihaknya punya target dua bulan kedepan, Bandara Haluoleo bersama angkasa pura merupakan cargo yang pertama memiliki sertifikat International Organization for Standardization (IOS).

Katanya, IOS adalah salah satu standar internasional dalam sebuah sistem manajemen untuk pengukuran mutu organisasi yang memiliki sertifikasi IOS akan punya kemungkinan lebih untuk memenangkan dan bersaing dikompetisi pasar.

“Jadi, Bandara Haluoleo sangat memenuhi standar. Saya harap, dapat lebih mendorong peningkatan perekonomian Sultra yang berarti bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejauh ini ekspor yang dikirim ke luar negeri melalui Bandara kategori di bandara masih nol. Karena surat muatan udaranya masih tertukar di Makassar atau bandara internasional lainnya.

“Kami melihat itu, karena kekurangan sinergitas antar instansi, artinya produknya berkualitas hanya administrasi berkas ekspor saja yang harus dilengkapi,” paparnya.

“Contoh, saat ini karantina ikan kami sudah bantu dan penampungan ikan-ikan yang akan ekspor. Selain itu, nanti ada juga karantina tumbuhan oleh Bandara haluoleo,” sambungnya.

Pihaknya sangat mensupport pertumbuhan ekonomi Sultra melalui ekspor dengan memaksimalkan dan memanfaatkan potensi tersebut, karena tujuan area cargo yang dikelola angkasa pura untuk mempermudah pengiriman barang.

“Jadi, barang yang datang ini, kalau sampai di Bandara tidak perlu lama khususnya barang yang mempunyai resiko kerusakan. Kami terus mempermudah para pelaku usaha untuk mengirim barang di luar negeri,” tutupnya.


Reporter: Waty
Editor: Kardin

LEAVE A REPLY