Buka Puasa dengan Umat Kiristiani, Rusda Terus Bangun Kerukunan Lintas Agama

92

KENDARI – Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) nomor urut 3, Rusda Mahmud menggelar ibadah buka puasa bersama dengan umat Kristiani, kegiatan itu digarap Rusda dengan tema ‘persaudaraan yang rukun’ antara agama yang dilakukan di salah satu Warung Kopi (Warkop) di Kota Kendari, Sabtu (09/06/2018).

Mardin salah Tim khusus RM-SK, mengatakan, dirinya merupakan tim yang mengadakan acara buka puasa bersama khususnya bagi relawan Rusda Mahmud bersama Sjafei Kahar dan kebetulan juga teman-teman dari umat Kristiani ingin mengangkat toleransi bagaimana kerukunan antara beragama itu bisa hidup bersama dengan damai.

“Kami juga berfikir seperti itu, ketika pada saat berbuka puasa bisa makan malamnya bersama sehingga bisa menghilangkan isu tentang radikalisme, tidak terpisah-pisah dan terkotak-kotakan. Maka bahwa seperti inilah adanya toleransi,” paparnya.

Mardin menambahkan, pada dasarnya ingin menganggap bahwa semua mayoritas atau non muslim itu merasa aman hidup di Sultra.

“Artinya,  Sultra itu adalah daerah toleransi yang tinggi,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Rusda Mahmud mengatakan bahwa, seperti tagline yang dirinya kuat karena kita bersatu.

“Artinya dari tagline itu menggambarka keberagaman umat beragama dan SARA. Jadi berbagai suku, agama, ras, dan lain-lain tidak ada perbedaannya,” ucapnya.

Menurut Rusda, dirinya juga sudah bersilaturahmi dengan komunitas motor, kemudian dengan seniman. Setelah selesai teman-teman mengusulkan berbuka bersama dengan non muslim.

“Sudah jelas dalam Pancasila di sila ke tiga yaitu Persatuan Indonesia,” lanjutnya.

Rusda Mahmud menambahkan, ketika dirinya dirahmati menjadi Gubernur Sultra maka tidak ada perbedaan antara satu sama lain.

“Saya sangat optimis ketika kita bersatu dari seluruh agama, suku maupun ras pasti akan meraih kemenangan,” pesan Rusada

Radikalisme, lanjut Rusda, itu tidak ada karena semua agama itu menghendaki persatuan dan kerukunan sehingga kita harus bersatu tidak ada perbedaan antara satu sama lain.

“Kalau bisa kita adakan pertemuan setiap tiga bulan bersama tokoh masyarakat, adat, agama, dan lain-lain.

Kami juga sementara komunikasi bersama umat Hindu dan ketika teman-teman umat hindu sepakat maka akan mengadakan kegiatan seperti ini,” pungkasnya.

Reporter : Hendrik B

Editor : Hendriansyah

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.