Pusdokkes Polri Lakukan Sosialisasi Odontogram di Polda Sultra

25
Kegiatan sosialisasi Pusdokkes Polri Odontogram di Polda Sultra, (Foto: Ruslan)

KENDARI – Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri melaksanakan sosialisasi odontogram Polri di Aula Dachara Polda Sultra, Kamis (9/8/2018).

Sosialisasi pencatatan dan pengolahan data odontogram dibuka langsung oleh Wakapolda Sultra, Kombes Pol Winarto, yang juga diikuti oleh 30 peserta perwakilan dari Urkes Polres jajaran, Klinik Polda Sultra, Rumah Sakit Bhayangkara, Dinas Kesehatan, serta dari TNI Angkatan darat, laut, dan udara.

Dalam sambutan Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto, S.I.K. yang dibawakan oleh Wakapolda menjelaskan bahwa odontogram merupakan identifikasi jejak rekam medis melalui gigi. Melalui rekam gigi dapat dijadikan alat bukti di pengadilan. Sehingga Para tenaga kesehatan diberikan sosialisasi agar berkompetensi dalam melakukan rekam medis melalui sidik gigi.

“Dilakukannya sosialisasi ini karena masih belum ada keseragaman penulis dan pengistilahan dalam rekam medis odontogram, Standard Operating Procedure (SOP) rekam medis odontogram baik secara manual, digital, dan secara elektronik,” ungkapnya.

Keunggulan dari rekam medis gigi dalam identifikasi yakni karena struktur gigi tahan terhadap panas, asam dan tahan terhadap pembusukan sehingga dapat menetapkan karakteristik unik gigi seseorang dalam membandingkan data.

Lanjutnya, selama ini peran dokter gigi dikepolisian cukup penting sebagai langkah untuk melakukan identifikasi.

“Harapannya agar peserta dapat mengikuti sebaiknya baiknya khususnya dokter dan perawat gigi polda Sultra, bila ada yang belum diketahui agar dapat ditanyakan dengan jelas,” pungkas Wakapolda seraya mengakhiri sambutan.

Selain itu, Kepala LKOK Kombespol drg Agustinus menambahkan beberapa kasus odontologi forensik dapat membantu penyidik dalam menentukan umur korban maupun tersangka.

Odontogram yang menggambarkan struktur gigi dan mulut merupakan fungsi penting dalam mengungkap kasus di kepolisian terutama dalam identifikasi korban hidup dan mati.

“Kita bisa bantu penyidik untuk ungkap pelaku yang meninggalkan jejak digital. Beberapa kasus bencana dan terorisme terungkap lewat gigi. Namun hingga saat ini sulit mengumpulkan personil untuk melakukan rekam gigi,” tutupnya.(a)


Reporter : Ruslan

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.