Dikira Penculik Anak, Anggota Pol PP Kendari ini Diamuk Massa

Anggota Pol PP Kendari diamuk Massa, pada Sabtu (3/11/2018) malam saat menggelar razia anak jalanan di kendari Beach. Anggota Pol PP itu dikira sebagai penculik anak. (Foto:Hendrik B/Mediakendari.com)
Anggota Pol PP Kendari diamuk Massa, pada Sabtu (3/11/2018) malam saat menggelar razia anak jalanan di kendari Beach. Anggota Pol PP itu dikira sebagai penculik anak. (Foto:Hendrik B/Mediakendari.com)
Spread the love
  • 231
    Shares

KENDARI – Beredarnya informasi tentang penculikan anak selama dua pekan terakhir ini, membuat masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sultra) meningkatkan kewaspadaannya. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Kendari, Irwansyah (23) terpaksa harus menerima kemarahan warga, di bilangan Kendari Beach, pada Sabtu (3/11/2018) malam sekitar pukul 22.00 wita. Pasalnya warga mengira jika pria tersebut merupakan seorang penculik anak-anak.

Kejadian itu bermula, ketika Irwansyah (23) sedang menjalankan tugas atasannya menertibkan anak jalanan yang kerap mangkal di bilangan Kendari Beach. Warga Desa Wordopi Kecamatan Benua, Kabupaten Konawe yang saat itu berpakaian biasa, mendapati beberapa anak-anak sementara nongkrong di pingir laut.

Saat itu Irwansyah langsung menduga jika anak-anak tersebut merupakan anak jalanan yang kerap meresahkan pengunjung di Kendari Beach, pria kelahiran 5 Mei 1995 itu langsung mengejar dan menarik tangan salah satu anak yang berhasil dikejarnya. Secara bersamaan salah satu perempuan menghampiri Irwansyah dan mengatakan jika anak yang ditangkap itu adalah anaknya.

Ibu itu berusaha menyakinkan Irwansyah dengan mengatakan, saat itu ia bersama tiga anaknya tengah berada di kendari Beach, tapi salah satu anaknya kehausan, sehingga ibu itu pergi membelikan minuman dengan meninggalkan anaknya, tapi setelah kembali dirinya melihat anaknya tengah ditarik-tarik oleh Irwansyah. Tapi Irwansyah tidak percaya, secara spontan Irwasyah mengatakan jika anak tersebut adalah anaknya.

Karena panik ibu tersebut lalu memintai identitas, tapi Irwansyah tidak bisa menunjukan dengan alasan lupa membawa identitasnya. Ibu dari anak yang dikejar Irwasyah langsung berfikiran jika pria tersebut merupakan pelaku penculikan anak.

Ibu itu lalu berteriak minta tolong dengan mengatakan anaknya berusaha diculik. Warga yang berada di lokasi tersebut langsung berdatangan, tanpa tanya warga langsung menghakimi Irwansyah hingga mengalami luka robek pada bagian kepala.

Untungnya, rekan-rekan Irwansyah yang saat itu juga tengah menjalankan razia anak jalanan berhasil menyelamatkan rekannya yang sudah dipenuhi darah itu, dan berusaha menyakinkan warga, jika orang yang dikira sebagai penculik anak itu adalah honorer di Sat Pol PP Kendari yang telah melakukan razia. Setelah situasi berhasil diredam, Irwasyah pun langsung dibawa ke Polsek Kemaraya untuk menjelaskan kesalahpahaman itu.

Warga yang belum yakin dengan identitas Irwansyah turut mendatangi Polsek Kemaraya, tapi setelah Kasat Pol PP yang juga hadir di Polsek menjelaskan kepada masyarakat yang berada di Polsek Kemaraya, bahwa orang yang dipukuli itu benar anggotanya Pol PP, masyarakat pun langsung meninggalkan Polsek Kemaraya. Setelah situasi kondusif, Irwansyah langsung dibawa kembali ke Kantor Sat Pol PP oleh rekan-rekannya.

Kepala Bidang Penegakan Perda, Mudar yang dimintai konfirmasi di Polsek Kemaraya, membenarkan jika Irwansyah adalah anggota Satpol PP, selama satu bulan ini diberi tugaskan untuk melakukan pendataan operasi razia terhadap anak-anak jalanan, dan Pekerja Seks Komersial (PSK).

“Jadi dalam operasi ini tidak semua anggota satpol pp memakai pakaian dinas dan ada beberapa anggota pakaian preman. Mereka bertugas untuk memberikan informasi keberadaan anak jalanan dan PSK,” jelasnya

Dikatakanya, ketika mereka menggunakan pakai dinas semuanya maka tercium oleh anak anak jalanan dan PSK, otomatis anak jalanan dan PSK yang hendak didata pastinya akan melarikan diri dari operasi tersebut.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kemaraya, Adriana Yusuf mengatakan, kejadian tersebut hanya kesalahpahaman antara masyarakat dengan satpol pp yang bertugas dengan memakai pakaian preman.

“Sebenarnya yang terjadi adalah anggota Satpol PP hanya menanyakan kepada anak itu apakah anak jalanan atau bukan, tetapi ibu itu meneriakan bahwasanya ada penculikan anak sehingga masyarakat spontanitas langsung menyerbuh pria itu yang diduga penculikan anak,” terangnya.

Dirinya berharap, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali, sehingga dirinya menyarakan ke Satpol PP ketika saat beroperasi atau melakukan razia agar melengkapi identitas personil masing masing. (a)

Reporter : Hendrik B


  • 231
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here