Standar Passing Grade Tinggi, Pemkot Kendari Harapkan Adanya Perubahan Dari Kemenpan-RB

Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi
Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi
Spread the love
  • 11
    Shares

KENDARI – Standar passing grade yang ditentukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) yang cukup tinggi, berdampak pada banyaknya peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Kendari yang tidak lulus pada Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang digelar beberapa waktu lalu.

Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kendari, Rukmana mengatakan, tes SKD CPNS 2018 di kota Kendari sudah selesai dilaksanakannya, namun jumlah peserta yang lolos passing grade hanya 67 orang dari kuota yang diberikan 207 orang.

“Dengan tidak mencapainya kuota harus konsultasi di Kemenpan-RB, kira-kira apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten/Kota, untuk mengisi kuota yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” ungkap Rukmana saat ditemui di ruangannya, Rabu (07/11/2018).

Ia berharap, dengan adanya perubahan seperti standar passing grade diturunkan, sehingga dapat memenuhi kuota yang diberikan oleh Kemenpan.

“Kalau angka passing grade turun akan dilakukan perengkingkan, dan langsung akan kelihatan siapa-siapa yang memenuhi standar,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tes dimulai dari tanggal 3 sampai tanggal 6 yang berjumlah 16 sesi. untuk sesi 1 yang dilaksanakan tanggal 3 November dari peserta 202 orang yang hadir 200 orang dan yang lulus passeng grade 3 orang, kemudian sesi 2 seluruhnya 250 orang yang hadir 244 orang yang lolos passing grade hanya 7 orang, selanjutnya sesi ketiga seluruhnya berjumlah 250 orang yang hadir 246 orang dan yang lolos 3 orang.

“Untuk tanggal 4 November sesi 1 seluruhnya berjumlah 250 orang yang hadir 242 orang yang lulus 15 orang, sesi 2 berjumlah 250 orang yang hadir 247 orang dan yang lolos 3 orang, sesi 3 berjumlah 250 orang yang hadir 241 orang dan yang lulus passing grade hanya 1 orang, dan sesi 4 berjumlah 250 orang yang hadir 239 orang yang lulus 2 orang, sesi 5 berjumlah 250 orang dan yang lulus passeng grade 10 orang,” bebernya.

Kemudian, tanggal 5 november sesi 1 250 orang yang hadir 244 orang dan yang lulus 4 orang, sesi 2 pesertanya seluruhnya 250 orang yang hadir 239 dan yang lulus 2 orang, sesi 3 jumlah peserta 250 orang yang hadir 238 orang yang lulus 2 orang, sesi 4 peserta 250 orang yang hadir 237 dan yang lulus 2 orang, Sesi 5 jumlahnya 250 orang yang hadir 244 orang dan yang lulus 4 orang.

“Tanggal 6 sesi 1 250 orang yang hadir 245 yang lulus 3 orang, sesi 2 250 orang yang hadir 246 dan yang lulus 2 orang, sesi 3 berjumlah 170 orang yang hadir 158 orang dan yang lulus passing grade hanya 4 orang, sehingga jumlahnya keseluruhan peserta yang tes yang lulus passeng grade hanya berjumlah 67 orang ,” tandasnya.

Kata Rukmana, peserta yang tidak lolos salah satunya penyebabnya karena standar passeng grade yang cukup tinggi yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) itu standarnya 75, Tes Intelejensi Umum (TIU) 80 dan Tes Karakteristik Pribad (TKP) 143.

“Dari passeng grade yang sudah ditentukan oleh Kemenpan jika salah satunya tidak terpenuhi itu dinyatakan gugur walaupun nilainya tinggi,” tutupnya. (a)

Reporter: Waty


  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here