473 Koperasi di Kolaka Akan Ditertibkan

KENDARI – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop-UKM) Kabupaten Kolaka akan melakukan penertiban terhadap 437 koperasi. Penertiban ini dilakukan untuk melihat mana koperasi yang aktif dan non aktif.

Kepala Dinkop – UKM Kolaka I Nyoman Suastika menjelaskan, agenda penertiban itu telah diprogramkan dalam rencana kerja tahun 2020. Sebab, belum ada jumlah data terbaru koperasi yang aktif dan non aktif.

“Banyak koperasi boleh dikata mati suri, bahkan biar papan namanya saja tidak ada, sulit kita cari, oleh karena itu program pertama kami di tahun 2020 menertibkan dulu, mana yang akan dibina dan mana yang akan dibubarkan,” kata I Nyoman Suastika.

Setelah ada pendataan dan penertiban, kata Nyoman, akan diidentifikasi apa persoalan yang dihadapi koperasi di masa kini, yang selanjutnya akan dijadikan sebagai landasan penentuan langkah lebih lanjut.

“Membina koperasi ini memang perlu ketelitian, kecermatan sehingga kita dalam menentukan kegiatan koperasi itu, utamanya pembinaan administrasi dan kelembagaan dapat berkesinambungan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, kedepannya koperasi yang aktif khususnya yang melaksanakan program produksi, baik itu produksi Pure Coconut Oil (PCO) atau makanan ringan atau agenda lainnya, akan diberikan bantuan.

“Kalau yang sudah diberikan bantuan misalnya koperasi pertambakan itu kita bantu lima eksapator untuk membuat tambak, jadi itu berjalan dengan baik dan tinggal manajemen dan keuangan yang saat ini kita bina,” terangnya.

Nyoman Suastika juga menuturkan, koperasi dengan program produksi diutamakan karena tujuan dari pembinaan yang dilakukan instansi yang dipimpinnya itu adalah untuk meningkatkan perekonomian.

“Secara luas diharapkan pembinaan ini bisa menaikan PDRB di Kabupaten Kolaka secara khusus, dan di Sultra secara umum,” tutupnya.