oleh

48 Pelamar CPNS di Baubau Gugur, 27 Diantaranya tidak Setor Berkas

-BAUBAU, FEATURED, SULTRA-74 dibaca

KENDARI – Kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibutuhkan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) sebanyak 152 kuota. Pelamar dari berbagai jurusan yang mendaftar hingga hari terakhir sebanyak 1.611 orang. Dari jumlah tersebut, 48 pelamar harus dinyatakan gugur, dengan rincian 27 pelamar diantaranya tidak menyetor berkas manual dan 21 pelamar sisanya tidak memenuhi syarat.

Koordinator umum panitia seleksi CPNS kota Baubau, Samiun mengatakan, ada 1563 pelamar CPNS yang dinyatakan lulus berkas. Jumlah itu terdiri dari pendidikan sebanyak 386, kesehatan berjumlah 679, serta teknisi lainnya sebanyak 498.

Dia membeberkan, yang jadi kendala sehingga 21 pelamar CPNS di Baubau dinyatakan tidak lolos berkas karena pendidikan dari 21 pelamar tersebut tidak sesuai formasi. Formasi CPNS sudah ditentukan sesuai bidang akademik yang dibutuhkan.

“Misalnya formasi yang dibutuhkan adalah S1 keperawatan ners. Jika pelamar hanya berpendidikan S1 keperawatan saja tanpa gelar ners-nya, maka yang bersangkutan tidak memenuhi syarat. Itu salah satu contohnya,” ucap Samiun, diruang kerjanya, Selasa (23/10/2018).

“Hari ini (Selasa, red) kita umumkan hasil verifikasi berkas lamaran CPNS kota Baubau. Setelah kita lakukan verifikasi berkas pelamar baik berkas online maupun manual, sebanyak 1563 yang dinyatakan memenuhi syarat,” sambungnya.

Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Pegawai Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) itu menerangkan, setelah tahapan seleksi berkas selanjutnya adalah tes kompetensi dasar (TKD). Sesuai jadwalnya, tesnya akan berlangsung tanggal 16 November 2018.”Tapi jadwal itu belum pasti juga karena dijadwal itu dikatakan tentatif,” ujarnya.

Terkait tempat pelaksanaan TKD, Samiun menyebut tesnya akan dilaksanakan disalah satu tempat di Baubau. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pada saat seleksi TKD kedepan.

“Yang menyediakan persiapan TKD itu bukan kami tapi BKN. Itu sudah hasil konsultasi kami. Kita disampaikan untuk menyiapkan gedung, tenda, meja, kursi dan alat tulis. Pelamar hanya akan membawa kartu peserta dan kalau ada barang lain yang dibawa bisa disimpan diruang tunggu dan tempat penitipan barang,” pungkasnya.(a)

Reporter : Ardilan


Terkini