oleh

500 TKA Cina, Akan Tiba di Sultra II Tahap

Reporter : Rahmat R.

Editor : Indah

KENDARI – Suka tidak suka, kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina, pasti akan terealisasi, akhir Juni 2020. Sebab, kedatangan mereka merupakan kebijaan dari pemerintah pusat. Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi pun, tak mampu berbuat banyak selain “merestui” kebijakan tersebut. 

            Ali Mazi didampingi Wakil Gubernur  Sultra, Lukman Abunawas, di hadapan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mengungkapkan hal itu pada rapat bersama di Aula Sangia Ni Bandera Rujab Gubernur, Jumat, 12 Juni 2020.

Gubernur mengatakan, setelah pemberlakuan new normal, pemerintah provinsi akan intens membahas kedatangan TKA Cina yang berjumlah 500 orang.

“Setelah penerapan new normal 5 Juni lalu,  kehadiran 500 TKA ini, akan segera kita setujui. Mereka ini yang tertunda kedatangannya, akibat pandemi virus corona yang sedang menyebar di suluruh pelosok negeri, termasuk di Sultra,” katanya.

Gubernur menegaskan, kendati wilayah penambangan ada di Sultra, namun Pemprov tidak “turut campur” dalam penerbitan izin kedatangan TKA asal negeri tirai bambu itu. Sebab, pusatlah yang mengeluarkan kebijakan tersebut. Pemprov hanya sebagai pemilik wilayah. Namun, tetek bengek penerbitan izin, dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi.

Apa yang disampaikan suami dari Agista Ariyani itu, sekaligus untuk menegaskan agar jangan lagi ada nada minor yang menyerang Pemprov dan agar tak ada lagi gelombang penolakan.

“Izin kedatangan TKA bukan dari daerah, melainkan dari pemerintah pusat. Makanya PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT. OSS, sudah bersurat ke Pemprov yang isinya, bahwa pada pemberlakuan new normal, 2 perusahaan itu akan  kedatangan 500 TKA asal Cina,” ujarnya.

“Nanti kedatangan para TKA ini tidak akan sekaligus, namun dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan perusahaan. Yang akan datang ini, TKA yang terlatih dan punya kualifikasi di bidang tambang,” tambahnya. 

Dia mengurai, untuk satu tenaga kerja ahli dari Cina itu, akan didampingi lima tenaga kerja lokal. Sehingga jika diakumulasi dengan 500 TKA yang akan masuk ke Sultra, maka akan melahirkan 2.500 pekerja lokal.

 “Tentu ini akan membantu masyarakat Sultra, dalam menekan angka pengangguran. Terlebihlebih bagi yang terdampk Covid,” jelasnya.

Ali Mazi menyebut, tenaga kerja lokal di PT VDNI asal Sultra ada 11 ribu orang. Dengan kehadiran 500 TKA asal China akan melahirkan tenaga kerja lokal yang baru.

Senada dengan gubernur, Wagub pun mengatakan hal itu. Menurut Lukman, tak bisa dipungkiri pengaruh atau keberadaan PT. VDNI di Sultra sangat besar. Dimana, mampu

merekrut tenaga kerja local dan tentunya efek terbesarnya, terjadi peningkatan ekonomi bagi daerah. 

            “Pengaruh perusahaan ini, bukan saja merekrut tenaga kerja lokal namun dalam peningkatan ekonomi juga,” tandasnya.

Terkini