Redaksi
KONAWE – Operasi pengolahan veronikel di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) terancam berhenti, akibat air yang menggenangi kawasan pabrik terus meninggi hingga mencapai satu meter lebih.
Akibatnya, pabrik pengolahan nikel yang terletak di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe ini terancam lumpuh total. Kondisi air yang berasal dari luapan Sungai Pohara ini juga mengakibatkan akses jalan ke lokasi pabrik rusak parah, sehingga karyawan PT VDNI tidak bisa beraktifitas.
“Air yang menggenang di area pabrik terus meninggi, akses jalan juga rusak jadi karyawan tidak bisa masuk untuk bekerja,” jelas General Manager PT VDNI Rusmin Abdul Gani, pada mediakendari.com, Rabu (13/6/2019).
Baca Juga :
- Kapolda Sultra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian
- Kasus Penipuan Online di Sultra Tembus 943 Perkara, Facebook Jadi Modus dan Media yang Paling Dominan
- Berhasil Kurangi Pengangguran, Lima Daerah di Sultra Raih Penghargaan dari Kemendagri
- Kolaka Terima Dua Penghargaan, Mendagri: Kalau Yang Lain Belum Dapat Saya Minta Maaf
- LPS Pastikan Dana Masyarakat Tetap Aman, Bunga Penjaminan Tak Berubah
- Polda Sultra Salurkan Ribuan Kupon Kurban, Wujud Kepedulian Sosial dan Pengabdian Polri untuk Masyarakat
Dengan kondisi ini, kata Rusmin, operasional pabrik pengolahan nikel di PT VDNI terancam lumpuh total seluruhnya, hingga banjir bisa surut di kawasan pabrik serta akses jalan bisa dilalui kembali.
“Akibat kerusakan jalan di Desa Andedowi Kecamatan Sampara, bahkan semalam saya tidur di rumah warga,” tambah Rusmin.
Sebelumnya, akibat banjir yang menggenangi lokasi pabrik, perusahaan pengolahan nikel terbesar di Indonesia ini juga telah mengambil kebijakan mengurangi produksi veronickel hingga 20 persen.
