Reporter: Taswin Tahang
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Bocah berusia tiga tahun asal Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, disebut meninggal dunia akibat penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Penyakit Menular dan Penyakit tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Kendari, Samsul Bahri ketika ditemui, Selasa (5/11/2019).
“Sudah pneumonia berat. Jadi jangan diabaikan karena ispa itu bisa mengganggu pertumbuhan balita. Kemarin ada yang meninggal 1 umur 3 tahun di ICU RS, kebetulan saya pergi liat terlambat,” ungkapnya.
Lanjutnya, penyebab Ispa karena saat ini sedang musim kemarau panjang di wilayah Sultra. Ispa merupakan penyakit yang menurutnya paling ditakuti Dinkes Kendari karena dapat menyebabkan kematian.
Baca Juga :
- Bukan Cuma Jaga Keamanan, Kapolres Konawe Selatan Hadirkan Disnakertrans & BLK Lainea, Buka Jalan Kerja untuk Warga Konsel
- Kepemimpinan Gubernur ASR Pimpin Sultra Amburadul? Pengamat Minta APH Masuk di Pokja 16 Biro Pengadaan Sultra. Ada Luka di Hati Kontraktor : Proses Lelang Alangga – Motaha
- Korban Tembus Malaysia! Tersangka Penyalahgunaan Kartu Shopee dari Koltim Resmi P-21, Ditreskrimsus Polda Sultra Serahkan ke Jaksa
- Wakapolda Sultra Kumpul Bersama Masyarakat, Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi Lewat Dialog Terbuka
- Direktur MEK TV Beri Penghargaan ke Kasi Intel Kejati Sultra Dr. Abdul Bahtiar, Bongkar Tuntas KDRT di ‘Jaksa Menjawab
- Turun ke Warkop, Kapolres Konawe Selatan Ajak Warga Jaga Kampung : Kamtibmas Tanggung Jawab Bersama
Samsul berharap masyarakat Kendari setiap aktifitasnya di luar rumah agar menggunakan masker. Tujuannya mencegah terjangkit Ispa.
Dari data Dinkes Kendari, beberapa wilayah Kota Kendari sudah masuk data pasien terjangkit Ispa, yakni Abeli 13 Orang, Nambo 21 Orang, Lepo Lepo 28 Orang dan Puwatu 54 Orang. (B)
