oleh

Aliansi Pemerhati Infrastruktur Pertanyakan Janji Politik Gubernur Sultra Soal Kondisi Jalan di Butur

-NEWS-178 dibaca

BUTON UTARA – Aliansi pemerhati infrastruktur kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi unjuk rasa terkait jalan provinsi yang rusak parah sepanjang kabupaten Butur tepatnya dipertigaan desa eensumala poros Ereke-Baubau kecamatan Bonegunu Minggu,14 November 2021.

Aksi unjuk rasa tersebut dalam rangka menanggapi jalan Provinsi yang rusak parah sepanjang Kabupaten Butur. Masa aksi melakukan orasi dan memblokir jalan di pertigaan Desa Eensumala dengan membakar ban bekas.

Korlap Aksi, La Baada mengungkapkan jalan Provinsi yang ada di Butur merupakan salah satu janji Politik Gubernur Sultra, H Ali Mazi, SH dan Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas pada saat pemilihan Gubernur (Pilgub) lalu.

Pramuka

“Ini merupakan salah satu janji Politik Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra pada saat Pilgub berjanji,nanti kalau terpilih menjadi Gubernur akan mengaspal jalan Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Butur dan Kota Bau-Bau yang merupakan akses utama perputaran perekonomian di Butur,” ungkap La Baada dalam orasinya.

La Baada juga mempertanyakan tentang pemfungsian Buranga Kecamatan Bonegunu sebagai ibu kota yang sah dalam UU no 14 thn 2007 tentang Pemekaran Kabupaten Butur.

Ditempat sama, Fatul Abdul Salam menjelaskan tuntutan pihaknya yaitu menuntut janji Politik Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra untuk menuntaskan jalan Provinsi yang ada di Kabupaten Butur.

“Kami menuntut janji gubernur dan wagub Sultra dimana jalan yang menghubungkan kabupaten Butur dan kota Bau-Bau telah agar segera di benahi karna ini adalah janji Gubernur Sultra saat setelah terpilih dimana kabupaten Butur adalah bagian dari provinsi Sultra” tegasnya.

Tidak hanya itu, Fatul Abdul Salam meminta agar anggota Dewan Komisi III DPRD Sultra, Salam Sahadia dan Muniarti Ridwan, perwakilan rakyat Butur untuk menyuarakan kepada Pemerintah Provinsi Sultra tentang permasalahan jalan di Butur yang semakin parah.

“Aksi ini akan terus berlanjut selama apa yang menjadi tuntutan kami hari ini tidak direspon atau ditanggapi,kami bersama masyarakat akan menunggu jawaban pemerintah baik tertulis maupun lisan,” katanya.

Ia menambahkan seharusnya Infrastruktur jalan di Butur menjadi skala prioritas karena kondisi jalan yang semakin parah dan memprihatinkan yang sampai saat ini belum tersentuh.

Penulis : Yus

Terkini