DPRD KOTA KENDARIKENDARIMETRO KOTA

Anggaran Pusat Terpangkas, DPRD dan TAPD Kendari Tetap Tancap Gas Susun APBD 2026

757
×

Anggaran Pusat Terpangkas, DPRD dan TAPD Kendari Tetap Tancap Gas Susun APBD 2026

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Rapat pembahasan dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Kendari, Laode Muhammad Inarto, didampingi Wakil Ketua 1 Rizki Brilian Pagala dan Wakil Ketua 2 Irmawati. Sementara itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah dipimpin langsung oleh Sekda Kota Kendari, Amir Hasan.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Di tengah kebijakan pemangkasan anggaran transfer dari pemerintah pusat, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Kendari bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tetap bergerak cepat menyusun APBD Kota Kendari Tahun Anggaran 2026.

Pembahasan digelar pada Jumat (28/11/2025) dan menjadi salah satu rapat paling krusial menjelang penetapan rencana keuangan daerah tahun depan.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Kendari, Laode Muhammad Inarto, didampingi Wakil Ketua I Rizki Brilian Pagala dan Wakil Ketua II Irmawati.

Dari pihak pemerintah daerah, TAPD dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, bersama para kepala OPD serta Plt. Sekwan Kota Kendari, Dasril Yamin.

Dalam situasi fiskal yang tertekan akibat pemotongan anggaran pusat, Banggar dan TAPD memulai pembahasan secara detail terhadap seluruh program dan kegiatan yang diusulkan dalam Raperda APBD 2026.

Fokus utama diarahkan pada efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan program prioritas, terutama yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.

Ketua DPRD Kota Kendari, Laode Muhammad Inarto, menegaskan bahwa meskipun ruang fiskal daerah semakin sempit, pemerintah daerah dan legislatif harus tetap memastikan pembangunan tidak terhenti.
“Pemangkasan anggaran pusat tentu berdampak signifikan, tetapi kita tidak boleh berhenti. APBD 2026 harus tetap realistis, terukur, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya dalam rapat.

Sementara itu, Sekda Kota Kendari, Amir Hasan, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan penyesuaian strategi perencanaan anggaran, termasuk menata ulang program yang dinilai kurang mendesak.
“Kita memastikan dana yang tersedia diarahkan untuk kebutuhan paling prioritas. Efisiensi menjadi kunci agar pelayanan publik tetap optimal meski anggaran lebih terbatas,” katanya.

Pembahasan APBD tahun 2026 ini diharapkan menghasilkan komposisi belanja yang tepat sasaran, dengan memaksimalkan potensi pendapatan daerah sekaligus menjaga stabilitas pembangunan di Kota Kendari.

Banggar dan TAPD dijadwalkan melanjutkan pembahasan teknis pada hari-hari berikutnya guna memastikan seluruh program yang masuk dalam APBD benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi fiskal terkini.

Laporan: Supriati

You cannot copy content of this page