KONUT, MEDIAKENDARI.com – Kepolisian Resor (Polres) Konawe Utara melalui personel Pos Pengamanan (Pos Pam) Lasolo Operasi Lilin Anoa 2025 mengintensifkan patroli dan pengawasan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Belalo, Desa Belalo, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Selasa (23/12/2025).
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penimbunan dan penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kegiatan patroli dan monitoring tersebut dipimpin langsung oleh Kapospam Lasolo, Ipda Abdul Rasak. Personel melakukan pemantauan aktivitas masyarakat, memastikan ketersediaan stok BBM, serta mengawasi proses pendistribusian agar berjalan sesuai ketentuan.
SPBU menjadi salah satu objek pengamanan utama karena tingginya kebutuhan BBM menjelang dan selama masa libur Nataru.
Ipda Abdul Rasak mengatakan, pengawasan dilakukan untuk menjamin kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus mencegah terjadinya praktik penimbunan maupun kecurangan dalam penyaluran BBM.
Kehadiran personel Polri di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta petugas SPBU.
Selain melakukan pengawasan, Kapospam Lasolo juga berdialog secara humanis dengan warga yang tengah mengantre BBM dan karyawan SPBU. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta imbauan keselamatan berlalu lintas kepada para pemudik.
“Kami dari Pos Pam Lasolo dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru menghimbau masyarakat dan para pemudik agar selalu berhati-hati dalam berkendara, memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, menggunakan helm berstandar SNI, serta melengkapi surat-surat kendaraan,” ungkap Ipda Abdul Rasak.
Melalui patroli dan monitoring rutin ini, Polres Konawe Utara berharap pendistribusian dan ketersediaan BBM selama perayaan Natal dan Tahun Baru tetap aman dan lancar, sehingga seluruh kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan tertib tanpa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Semoga perjalanan aman dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya. (C)
Laporan: Ahmad Mubarak
