NASIONALPENDIDIKAN

Asmawa Tosepu Raih Gelar Doktor Cumlaude, Kupas Pentingnya Digitalisasi Anggaran Daerah

863
Saat Asmawa Tosepu, A.P., M.Si., berhasil meraih gelar Doktor.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Asmawa Tosepu, A.P., M.Si., menorehkan prestasi gemilang setelah berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Ia sukses mempertahankan disertasinya di hadapan 10 penguji dalam ujian terbuka promosi doktor, dan mendapatkan predikat Cumlaude, sebagai pengakuan atas kualitas penelitian dan kontribusinya.

Disertasinya berjudul “Transformasi Digital Dalam Perencanaan dan Penganggaran Pemerintah Daerah: Studi Komparasi Implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Kabupaten Bogor dan Kota Kendari” mengangkat judul penting terkait pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Digitalisasi bukan hanya inovasi teknologi, melainkan kebutuhan strategis dalam memperbaiki birokrasi pemerintahan. SIPD menjadi alat vital untuk memastikan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran daerah,” jelas Asmawa dalam sesi wawancara usai ujian.

Penelitian Asmawa menggunakan metode naratif deskriptif dengan membandingkan dua daerah yang memiliki tantangan berbeda dalam implementasi SIPD.

Kabupaten Bogor masih menghadapi kendala dalam kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikan sistem, sementara Kota Kendari bergelut dengan keterbatasan infrastruktur teknologi.

Meski demikian, kedua daerah menunjukkan peningkatan signifikan dalam transparansi dan akurasi pengelolaan anggaran melalui SIPD.

Dari hasil kajiannya, Asmawa merumuskan beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan untuk memperkuat implementasi digitalisasi pemerintahan daerah, antara lain:

• Meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendampingan teknis secara berkelanjutan.

• Memperkuat infrastruktur teknologi seperti jaringan internet dan perangkat pendukung.

• Mendorong koordinasi yang efektif antarinstansi agar perencanaan anggaran tidak tumpang tindih.

• Menguatkan peran kepemimpinan daerah untuk menjadi teladan dalam mendorong transformasi digital.

• Mengajak masyarakat berperan aktif melalui mekanisme pelaporan dan forum diskusi publik.

“Transformasi digital yang sukses memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sebagai pengawas sosial. Sistem yang baik saja tidak cukup,” tambahnya.

Kesuksesan Asmawa Tosepu tidak hanya memperkaya ranah akademik, tetapi juga memberikan panduan praktis untuk pemerintahan daerah dalam menghadapi era digital dan tantangan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

 

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version