Avtur Untuk Helikopter di Konawe Habis, Distribusi Logistik Via Udara ke Wilayah Terisolir Dihentikan Sementara

Editor : Kang Upi

KENDARI – Distribusi logistik via udara menggunakan dua helikopter ke sejumlah wilayah terdampak banjir yang masih terisolir di Kabupaten Konawe dihentikan sementara. Penghentian ini akibat Avtur, yang menjadi bahan bakar helikopter habis.

Untuk itu, dua helikopter yang ada yakni milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI AD dari Kodam XIV Hasanuddin akan ditarik ke konut untuk distribusi logistik di wilayah tersebut.

Dandim 1417 Kendari Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya menjelaskan, ketersediaan bahan bakar khususnya Avtur, merupakan fakor penting dalam kelancaran proses d operasi udara. Untuk itu, karena Avtur di Konawe sudah habis maka operasi distribusi logistik via udara dialihkan ke Konut.

“Kita sekarang bergeser ke Konawe Utara, untuk melaksanakan proses operasi udara disana. Nanti apabila avtur di Konawe sudah terisi kembali, maka kita kembali ke Konawe,” jelasnya.

BACA JUGA :

Ia juga menjelaskan, untuk di Konawe sendiri dua helikopter telah melaksanakan dua hari operasi distribusi logistik untuk korban banjir di sejumlah wilayah yang masih terisolir.

“Dalam dua hari operasi, kami melakukan 12 kali penerbangan di hari pertama, dan empat kali penerbangan di hari kedua,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, untuk operasi sebelumnya di Konawe pihaknya dibantu Danrem 143/Haluoleo, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto untuk penyediaan avtur, yang digunakan dalam dua hari operasi.

“Namun untuk hari ini setelah 4 kali penerbangan, dan avtur sudah kembali menipis. Sehingga kita harus menunggu ketersediaan avturnya, dan jika sudah tersedia maka kita akan kembali untuk operasi udara guna menjangkau daerah yang masih terisolir,” tambahnya.

Ditempat berbeda, Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara menuturkan, hingga saat ini ditribusi udara memang masih dibutuhkan untuk menjangkau wilayah yang masih terisolir dengan ketinggian air yang cukup dalam.

Menurutnya, wilayah yang dilaporkan saat ini masih sulit dijangkau yakni Wonggduku, Wonggeduku Barat, Pondidaha, Sampara, Morosi, Kapoiala dan Bondoala.

Selain menggunakan helikopter, kata Gusli, distribusi logistik untuk korban banjir di wilayah yang masih terisolir tersebut juga dilakukan menggunakan perahu karet.

“Bahkan di Bondoala itu sudah tidak ada daerah yang kering, seluruhnya terendam, sehingga Helikopter tidak bisa mendarat, jadi ditribusi dilakukan dengan dijatuhkan dari helikopter ke wilayah yang dangkal,” pungkasnya.

Iklan Pangdam Ucapan Selamat kepad Kapolda