oleh

Awas! Oknum Ngaku Wartawan Peminta Duit Berkeliaran di Pemda Kolut

LASUSUA – Bermodal Id Card dengan mambawa Surat Kabar (Tabloit) dengan berita sudah kedaluarsa serta mengaku wartawan menjadi incaran sejumlah oknum agar mudah mendapatkan uang dari para pejabat. Di Kolaka Utara (Kolut), aksi-aksi ini bukan lagi hal tabu dengan mendatangi sejumlah Organisasi Perangakat Daerah (OPD), Kepala Desa (Kades) hingga Kepala Sekolah (Kasek).

Beberapa hari ini, sejumlah kadis di Kolut mengalami hal ini. Pasalnya, mereka secara terus terang tidak meninggalkan pertemuan tanpa menutup pembicaraan dengan meminta duit. Dirut RS Djafar Harun, dr Syarif Nur misalkan dan Dinas  Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD) serta Dinas Sosial,  ia didatangi tiga orang mengaku wartawan media mingguan dari Sulsel meminta rupiah.

Padahal setahu dia, ada beberapa rekan wartawan yang bertugas melakukan peliputan di Kolut tidak pernah usai dalam melakukan wawancara diikuti embel-embel meminta uang.

dr Syarif yang merasa gusar terpalak itu mengadu ke Kabag Humas dan Protokoler Kolut, Ramang akan sikap oknum tersebut.

“Jika yang lain mau ketemu hanya untuk wawancara, ini dia (oknum) kesannya minta uang alasan pembeli bensin sebelum tinggalkan ruangan,” ujar Syarif sebagaimana dikutip Kabag Humas Pemda Kolut, Ramang, sabtu (15/9). kepada Mediakendari.com.

Lanjut Ramang, bukan hanya dari pihak Rumah Sakit ia menerima laporan itu namun juga diduga masih oknum yang sama berkeliling OPD melakukan hal serupa. Bahkan, yang terbanyak info ia terimah dari pihak Kades karena kelolah dana desa dan Kasek yang rutin terima dana BOS.

“Saya himbau kalau ada semacam ini langsung-langsung minta uang tolak saja karena saya percaya dan tahu wartawan kerjanya, mencari berita di mana saja untuk di publikasikan,  Jurnalis itu pantang meminta-minta  seperti pengemis, tapi itu sebagian oknum saja,” tegasnya.

Ia menekankan kepada jajaran pemerintahan lingkup Pemkab Kolut agar tidak mudah mempercayai oknum yang mengaku-ngaku wartawan karena banyak yang seperti demikian berkeliaran di Kolut dengan modal Id Card saja. Ramang bahkan menyindir, jika oknum demikian wawancara bisa sampai satu jam bukan untuk bahan berita tetapi menunggu momen waktu tepat meminta duit.

“Syukur kalau memang dia buat beritanya dan benar terbit. Lebih banyak minta ketemunya wawancara dari pada beritanya karena tujuannya ketemu memang bukan untuk berita tetapi uang,” kesalnya.

“Sepuluh orang didatangi kan lumayan duitnya kalau dikasi. Jadi kerjanya itu keliling-keliling saja dari satu tempat ke tempat lain merasa lebih wartawan dibanding wartawan benaran,” tutupnya.(a)


Reporter: Bahar

Terkini