Bandar Narkoba dalam Lapas Kendari Dibekuk Polisi

Reporter : Hendrik

KENDARI – Tim Satuan Reserse dan Narkoba Kepolisian Resor Kendari membekuk bandar narkoba yang masih berstatus sebagai narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II A Kendari, Rabu (18/12/2019).

Tersangka diketahui identitasnya berinisial D yang juga merupakan residivis narkoba. Kepala Satuan Reserse dan Narkoba Kepolisian Resor Kota Kendari, AKP Gusti K Sulastra mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil perkembangan kasus dari kurir yang ditangkap di Bandara Haluoleo pekan lalu.

“Kita menangkap tersangka berkat dengan berkoordinasi dengan Kalapas Kendari,” kata Gusti kepada MEDIAKENDARI.com, Rabu (18/12/2019).

Gusti menuturkan tersangka mengendalikan narkoba dari dalam Lapas dengan menggunakan alat komunikasi berupa telepon genggam. “Kami amankan sabu seberat 212,42 gram dan dua unit handpone,” ujarnya.

Sebelumnya, kurir narkoba berinisial MRI ditangkap polisi di Terminal Kedatangan Bandara Haluoleo, Kelurahan Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan. Ia kedapatan membawa sabu yang disimpan pada selangkangannya.

iklan KAPOLDA MASKER

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 ayat 2 dan 113 ayat 2 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Baca juga :

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Kendari, Abdul Samad menjelaskan pihaknya telah melakukan penjagaan mulai pukul 19.00 Wita hingga pukul 07.00 Wita. Meski dijaga ketat, Samad mengakui masih ada kelemahan petugas sehingga alat komunikasi masih bisa didapatkan narapidana di dalam Lapas.

“Kemungkinan petugas yang berjaga otomatis memiliki titik lengah baik itu lima menit, sehingga kesempatan tersebut para napi dapat memanfaatkan untuk kepentingan pribadinya,”kata Samad saat menghadiri penyitaan aset tanah dan bangunan yang diduga hasil penjualan narkoba di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Rabu (20/11/2019).

Wakil Direktur Resnarkoba Kepolisian Daerah Sultra, AKBP La Ode Aries sebelumnya juga mengancam akan menindak tegas bagi narapidana yang menjalankan bisnis haram itu dengan menembak pelaku.

“Kalau mereka masih melakukan pengedaran narkotika dan mengancam nyawa petugas saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku, maka kami akan lakukan tindakan tegas yakni menembak atau diberi hadiah timah panas,” tegasnya, Rabu (18/12/2019). (a)

iklan KAPOLDA HARI KESEHATAN DAN BIDAN

Video

BERITA TERKINI

METRO KENDARI

BERITA TERKINI

KOLAKA RAYA

BERITA TERKINI

SOSOK

KONAWE RAYA

TAJUK

Satu dari 16 Perempuan Alami Seks Pertama Kali Karena Diperkosa

INTERNASIONAL - Bagi lebih dari 3,3 juta anak perempuan dan perempuan di Amerika, hubungan seks untuk pertama

BERITA TERKINI

BUTON RAYA

PERISITIWA

BERITA TERKINI