oleh

Bantu Pemulihan Banjir Konut, Kodim 1417 Turunkan Dua SSK Personil TNI

Reporter : Mumun

Editor : Kang Upi

WANGGUDU – Kodim 1417 Kendari menurunkan 2 satuan setingkat kompi (SSK) personil TNI untuk membantu penanganan masa transisi pemulihan pasca banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kedatangan dua SSK TNI dari Kodim 1417 ini ditandai dengan upacara penyambutan yang dipimpin Bupati Konut Ruksamin, Senin siang (8/7/2019) di Pelataran Kantor Bupati Konawe Utara.

Bupati Konut Ruksamin dalam sambutan selaku inspektur upacara (Irup), menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI utamanya Kodim 1417 Kendari.

“Sejak masa tanggap darurat sampai saat ini masa transisi ke pemulihan, TNI selalu hadir dan membantu kami Pemerintah Kabupaten Konawe Utara untuk menangani bencana banjir, seperti apa yang kita saksikan hari ini dengan mengirimkan 2 SSK personilnya untuk membantu penanganan masa transisi tahapan pemulihan,” kata Ruksamin.

Menurut mantan Ketua DPRD Konut ini, apa yang lakukan dalam menangani bencana banjir di Bumi Oheo tidak akan berhasil tanpa dukungan dari seluruh pihak.

Dijelaskannya juga, bahwa pada rakornas BNPB dan BPBD Indonesia sudah diungkapkan, dukungan TNI diperlukan dalam penanganan bencana bertujuan untuk mewujudkan stabilitas sosial di wilayah terdampak bencana.

BACA JUGA :

“Dengan sasaran penyelenggaraan dukungan mewujudkan rasa aman bagi korban dan kondisi rehabilitasi wilayah pasca bencana serta yang paling utama terwujudnya kemanunggalan TNI dan rakyat sejalan dengan arah tersebut dengan pasukan TNI di tengah masyarakat adalah ibarat dua mata pisau selain membantu meringankan beban masyarakat akibat banjir,” ujarnya.

Selaku kepala daerah, Ruksamin mengaku dirinya merasa bahagia karena kehadiran pasukan TNI. Menurutnya, hal ini harus disyukuri, sehingga seluruh pimpinan di jajaran Pemda harus berperan aktif bersama TNI serta mensinergikan perayaan hari Republik Indonesia ke 74 dengan kegiatan ini.

“Waktu pelaksanaannya harus dimulai bersamaan dengan Pati TNI. Kedua seluruh jajaran pimpinan wilayah mulai dari camat, lurah, kepala desa, kepala dusun harus berperan aktif di lapangan untuk saudara-saudara,” katanya.

Ia juga berharap kepada seluruh masyarakat agar kiranya dapat bahu membahu dengan TNI, agar masa transisi ini dapat segera dilalui.

“Seluruh masyarakat saya harus dipahami bahwa kehadiran TNI, sekali lagi saya tegaskan membantu kita. Masyarakat yang memiliki rasa malu maka sudah seharusnya kita berada pada barisan paling depan, jangan mereka berpanas-panas sementara kita sebagai orang yang dibantu hanya diam,” tutup Ruksamin. (A)

Terkini