Bantuan Rumah Korban Kebakaran TPA Puuwatu Ditarget Selesai Maret 2023

NEWS331 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Dia puluh enam rumah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu yang hangus terbakar ditempat tersebut pada 9 Juni 2022 lalu saat ini sementara dibangun kembali.

Pembangunan rumah tersebut ditargetkan rampung pada Maret 2023. Adapun pembangunan rumah tersebut menggunakan dana hibah dari Kementerian Sosial sebesar Rp4,5 milyar yang diterima Pemerintah Kota Kendari pada 5 Desember 2022.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari Izak Bulo mengatakan setelah mengecek langsung proses pembangunannya, saat ini progres pembangunan rumah sudah mencapai sekiranya 20 persen. Saat ini progres pembangunan sementara pengerjaan septic tank, dan tembok, sedangkan pondasi telah selesai dibangun.

“Kemarin saya habis turun lapangan juga meninjau dan berbicara kepada kontraktornya yang ditunjuk langsung dari kementrian, kira-kira bisa rampung sampai Maret dan akhir Maret sudah bisa ditempati dengan Keluarga penerima manfaat (KPM)” kata Izak saat ditemui di kantor Dinas Sosial Kota Kendari, Kamis (19/1/2023).

Izak melanjutkan ke 26 rumah tersebut nantinya akan dapat digunakan korban kebakaran diakhir Maret 2023.

Selain itu, ditempat tersebut juga ada pula sumur bor di tiga titik daerah pemukiman tersebut yang kini juga mulai dimanfaatkan termasuk untuk membangun rumah. Selama proses pembangunan, kontraktor juga memanfaatkan para keluarga korban rumah kebakaran untuk membantu.

“Tenaga kerja yang dipakai kerja membangun rumah ini ya dari para korban itu sendiri, mereka sistem gotong royong tapi tetap digaji, bukan sistem gratis. Kontraktornya manfaatkan mereka,” ungkapnya.

Selain itu, Izak mengungkapkan proses pembangunan rumah tersebut menggunakan alat pembuat batako sendiri yang diberikan oleh pihak Kemensos.

“Rencanakan nantinya akan diberikan kepada masyarakat sekitar agar ke depannya, alat tersebut dapat digunakan oleh masyarakat untuk pengembangan perekonomianmasyarakat, baik itu membuka bisnis atau lainnya,” katanya.

“Akan dicarikan usaha apa yang bisa dikelola oleh tiap keluarga  Kemungkinan besar (alat pembuatan batako) akan dikelola per kelompok mereka memanfaatkan usaha dan segala macam,” tambahnya.

Sementara itu, seorang warga penerima manfaat Fitri mengatakan, dirinya sangat bersyukur dengan adanya bantuan rumah tersebut. Dia mengaku sebelumnya sempat tinggal di tenda pengungsian bersama dengan 10 orang lainnya dalam 1 tenda.

“Sudah lebih dari cukup. Alhamdulillah juga kita dibantu dikasih rumah, sebelumnya kita tinggal di tenda tapi pas sudah dibongkar (tendanya) kita tinggal di rumah warga lainnya,” tutupnya.

Reporter: Dila Aidzin