Redaksi
KENDARI – Pencarian korban hilang dalam musibah tabrakan kapal di Perairan Talaga Kabupaten Buton Tengah (Buteng) oleh Basarnas Kendari dan tim gabungan membuahkan hasil.
Korban atas nama Atan ditemukan sekitar 1 NM sebelah selatan Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK) dalam keadaan meninggal dunia.
Kepala Basarnas Kendari, Djunaidi melalui Humas Basarnas, Wayudi menjelaskan, pencarian ini dilakukan tim Rescue Pos SAR Baubau bersama personil Polsek Talaga, Babinsa Talaga, Pos TNI AL Baubau dan Nelayan setempat.
“Setelah ditemukan, selanjutnya korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” terang Wahyudi dalam rilis pers, Rabu (11/9/2019).
Ia juga menjelaskan, peristiwa tabrakan kapal ini terjadi Senin 9 September 2019 sekitar pukul 02.00 Wita. Dalam peristiwa itu dua orang menjadi korban, namun satu diantarnya dinyatakan hilang.
“Pada 10 September 2019 pukul 04.00 Wita Basarnas Kendari menerima informasi dari Bapak Hamid, pegawai Dinas Perhubungan Labuan tentang musibah tersebut,” ungkapnya.
Baca Juga:
- Kejagung diminta Transparan Terkait Pengembalian Uang Negara Hasil Garapan Hutan Lindung Milik Istri Gubernur ASR di Bombana Capai Rp2,19 T
- PT Pandu Torobulu Disebut Nihil Produksi, Hanya Melakukan Pengupasan OB
- Masyarakat Lingkar Tambang Minta ESDM Terbitkan RKAB PT Cinta Jaya, Ekonomi Terancam Lumpuh
- 42 Sarjana Hukum Ikuti PKPA Angkatan X di KAI Sultra Bekerjasama Universitas Lakidende
- Prabowo Bentuk Satgas PKH, Gerak Sultra Minta Presiden RI Tegur Pemilik PT Tiran Group Indonesia Atas Sanksi PHK
- Gerak Sultra Kecam Sanksi Satgas PKH, PT Tiran Indonesia Masih Leluasa Lakukan Penjualan Nikel
Atas laporan ini, kata Yudi, Basarnas Kendari mengirimkan Tim Rescue Pos SAR pada pukul 04.25 Wita menggunakan RIB untuk menuju LKK guna memberikan bantuan SAR.
“Tim Rescue Pos SAR Baubau untuk melakukan pencarian korban disekitar LKK dihari pertama, namun hasil pencarian masih nihil,” pungkasnya.
