oleh

Begini Penampilan Gubernur Sultra dan Wakilnya Saat Pimpin Harhubnas, Ali Mazi Singgung Soal Kabinetnya

KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2018-2023 Ali Mazi menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2018.

Upacara tersebut digelar di lapangan Kantor Gubernur Sultra pada Senin 17 September 2018.

Pantauan awak mediakendari.com, pada perayaan Harhubnas merupakan upacara Perdana menjadi Irup setelah ia dilantik oleh Presiden RI periode kepemimpinannya 2018-2023.

Dalam sambutannya, ia mengatakan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam suksesnya pelaksaan pilkada beberapa waktu lalu.

Gubernur Sultra Ali Mazi menggunakan PDU Dinas Perhubungan didamping Wagub Sultra Lukman Abunawas menggunakan baju Korpri serta Pj Sekda Sultra Hj Isma, Kadishun Sultra Hado Hasina dan beberapa pejabat mitra perhubungan, (Foto: Ewit Dinas Kominfo Sultra for mediakendari.com)

“Kini seluruh prosesi pilkada, penetapan KPU, pelantikan dan sertijab telah selesai. Bahkan penyampaian visi-misi dan program prioritas telah saya kemukakan pada sidang paripurna DPRD Sultra, ” ungkapnya.

Dalam upacara ini Ali Mazi menggunakan Pakaian Dinas Umum (PDU) Dinas Perhubungan.

Selain itu juga, Ali Mazi menegaskan dalam kabinet kerjanya membutuhkan orang yang berkualitas.

Katanya, ia bersama Wagub Sultra Lukman Abunawas akan melakukan seleksi secara profesional agar melahirkan pejabat yang bisa bekerja.

“Kami akan melalukan seleksi profesional,” jelasnya.

Ali Mazi juga menegaskan, dirinya telah mengetahui perilaku para pejabat saat ini, dan menjadi penilaian tersendiri bagi dirinya dan Lukman Abunawas.

“Saya adalah Gubernur Sultra periode 2003-2008 dan Pak Lukman baru saja melepas jabatannya sebagai Sekda beberapa waktu lalu, jadi perilaku saudara-saudara masih terekam dalam ingatan kami,” terang Ali Mazi.

Dia juga menegaskan kepada semua ASN maupun pejabat, jangan ada yang memberikan informasi yang bisa memecah belah dirinya dan Lukan Abunawas. Termasuk yang ingin melobi-lobi jabatan.

“Kami tdak ingin diadu domba, kami tidak ingin ada orang seperti itu, kalau ada maka bukan menghilangkan jabatannya tipi akan berakhir dengan pemecatan kepada dirinya, ” tegas Gubernur Sultra periode 2003-2018 ini.

Politis Parta Nasdem tidak mau terjadi hal-hal tidak diingankan di lingkup Pemprov Sultra, jadi hilangkan perbedeaan politik di masa lalu.

Disisi lain, Ali Mazi-Lukman Abunawas sangat membutuhkan ASN yang cerdas di lingkup Pemprov Sultra. Sebab Sultra saat ini sangat tertinggal dan membutuhkan pekerja keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

“Kami berdua butuh ASN cerdas, berdedikasi dan bekerja, Sultra saat ini tidak wajib berdiam diri, tetapi kita harus melompat atau terbang,” ungkapnya.

“Sultra banyak tertinggal dari daerah lain Mari bekerja dan saling bahu membahu. Agar pemerintahan bisa berjalan dengan baik,” pinta Ali Mazi.(a)


Reporter : Rahmat R

Terkini