BEI: Isu Corona Tidak Pengaruhi Investasi di Sultra

Reporter: Ferito Julyadi / Editor: Kang Upi

KENDARI – Dampak merebaknya isu virus corona dari China ke seluruh Indonesia sejak Januari 2020 silam, sempat dikhawatirkan menghantam performa ekonomi, bahkan hingga ke daerah.

Di Sulawesi Tenggara (Sultra) sendiri, isu ini sempat dikaitkan dengan bisnis pertambangan yang banyak mempekerjakan Tenaga kerja Asing (TKA) asal China.

Namun, berdasarkan pantauan Kantor Perwakilan (KP) Bursa Efek Indonesia (BEI) Sultra, isu virus corona yang sempat dikabarkan dugaan adanya suspec, tidak berdampak ke performa ekonomi.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Pelaksana Harian (PH) Kepala KP BEI Sultra, Ricky bahwa merebaknya isu corona tidak berdampak pada investasi di Sultra.

Meski demikian, KP BEI Sultra mencatat adanya penurunan pada jumlah nilai transaksi dari angka Rp 41 miliar per bulan menjadi Rp 40 miliar per bulan.

“Nilai transaksi memang ada penurunan, tetapi tidak siginifikan.Transaksi di Sultra setiap bulannya kurang lebih Rp 41 M. Sejak adanya isu penyebaran corona, hanya turun sebesar satu miliar,” ungkapnya.

KP BEI Sultra merlis untuk tahun 2019, capaian investor sebanyak 1.230 SID (Single Investor Identification). Peningkatan jumlah SID aktif ini tercatat hingga 159,9 persen.

Untuk tahun 2020, KP BEI Sultra menargetkan sebanyak 3.000 investor baru dan juga pembelian dua galeri investasi yang rencananya kan dilaksanakan Maret 2020.

“BEI juga berupaya untuk terus meningkatkan keaktifan investor dalam melakukan transaksi. Hingga saat ini, sudah ada tujuh galeri investasi di Sultra,” ungkap Ricky.

Iklan dalam Berita Ana Wonua Distributor Oli Total