oleh

Belasan Wanita 17-21 Tahun Digerebek dalam Hotel di Kendari, Diduga Terlibat Prostitusi Bertarif Ratusan Ribu hingga Jutaan Rupiah

-NEWS-955 dibaca

 

Reporter: Muh. Ardiansyah Rahman

KENDARI – Kepolisian Sektor (Polsek) Baruga menggerebek sebelas wanita muda dalam satu kamar hotel di Kecamatan Wuawua, Kota Kendari pada Selasa, 6 April 2021 sekitar pukul 16.00 Wita. Dari hasil pemeriksaan polisi, para wanita tersebut tak memiliki KTP dan sebagian masih di bawah umur serta diduga terlibat prostitusi online melalui aplikasi MiChat.

BACA JUGA INI:

Dugaan Prostitusi Online di Kendari, Polisi Gerebek Belasan Wanita Muda dalam Hotel

 

Kapolsek Baruga, AKP I Gusti Komang Sulastra menjelaskan, pengungkapan kasus ini berdasarkan informasi masyarakat terkait adanya sekelompok remaja yang berada dalam hotel.

“Mereka di sana ada yang menunggu tamu, ada yang menggunakan aplikasi MiChat, dan ada juga telah diarahkan oleh temannya untuk mendapatkan tamu,” ungkapnya pada Rabu, 7 April 2021.

Hasil keterangan kepada polisi, sebelas wanita berinisial TJ (19), WD (18), WA (21), EF (20) HN (20), NW (20), AA (17), DO (17), AP (18), EL, (17), TE (17) mengaku melayani para pria hidung belang dengan tarif 500 ribu hingga 2 juta rupiah.

“Ada sebagian masih berstatus pelajar, ada juga yang telah putus sekolah. Sesuai yang disampaikan bahwa ke 11 remaja ini, mereka menjajakan dirinya, mereka dibayar antara Rp 500.000 sampai dengan Rp 2.000.000 dalam 1 kali kencan,” bebernya.

Diketahui pula bahwa kesebelas wanita tersebut telah berada di dalam kamar hotel selama seminggu. Saat penggerebekan tidak ditemukan laki-laki di dalam kamar.

“Mereka melakukan itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Mereka menggunakan uang hasil kegiatan untuk bersenang-senang. Pada saat melakukan penggerebekan mucikari tidak ada di tempat, pastinya kami akan mengembangkan lagi,” tuturnya.

Tak hanya itu, kepada polisi mereka juga mengaku aktivitas prostitusi online telah mereka lakukan dalam hitungan bulan untuk memenuhi kebutuhan.

AKP I Gusti Komang mengaku, penangkapan kesebelas wanita ini merupakan proses pengembangan dari penangkapan keempat remaja sebelumnya.

“Bermacam-macam, ada yang mengatakan dirinya baru sebulan. Ada juga yang katakan dirinya sudah lama dan dari kesebelas (wanita) ini mempunyai kelompok-kelompok tersendiri, ada yang cuma berdua, ada yang berlima, dan ada juga yang bertiga,” jelasnya. (A)

Terkini