oleh

BI Sultra Bersama Basarnas Gelar Simulasi Penanganan Bencana

-FEATURED, Kendari, SULTRA-29 dibaca

KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari menggelar simulasi penanganan bencana gempa bumi, di kantor BI Sultra.

Kepala KPwBI Sultra Minot Purwahono mengatakan kegiatan sosialisasi dilakukan karna kami menyikapi kejadian beberapa bencana yang terjadi diwilayah Indonesia seperti kejadian bencana Gempa Bumi Lombok dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Seperti yang diketahui Indonesia memang rawan bencana dan melihat seperti kondisi tersebut kami di BI Sultra bersama dengan tim Basarnas Kendari melaksanakan sosialisasi dan pelatihan penanggulangan bencana gempa yang di laksanakan selama dua hari,” ungkap Minot saat di wawancarai usai kegiatan, Jumat (19/10/2018).

Ia menjelaskan, tujuan simulasi untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

“Seandainya terjadi bencana di wilayah Sultra meskipun itu kita tidak mengharapkan tetapi kita tau Indonesia di berbagai wilayah rawan bencana sehingga kita perlu mengantisipasi segala kemungkinan dan kita harus tau cara evakuasi penyelamatan,” paparnya.

Ia menambahkan, di BI sebagai bank sentral selain memberikan penyelamatan evakuasi pihaky juga akan tetap memberikan pelayanan karena sudah menjadi tugas pokok sistem pembayaran tetap berjalan apapun yang terjadi.

“Contohnya di Sulteng gempa di hari jumat kita hari Senin sudah mulai operasi penuh karena memang ini juga untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan terkait dengan sistem pembayaran,” ucapnya.

Kata Minot, simulasi berjalan dengan lancar berkat panduan dan arahan dari tim Basrnas, untuk pesertanya seluruh karyawan BI.

“Kami juga melakukan simulasi penyelamatan terhadap tamu, sehingga nanti kita sudah siap dalam melaksanakan evakuasi dan penyelamatan ketika terjadi bencana,” bebernya.

Sementara A.M. Akbar instruktur Basarnas Kendari mengungkapkan pihaknya memberikan pemahaman kepada peserta simulasi karyawan BI tentang bagaimana cara penyelamatan evakuasi di tempat kerja dan didalam ruangan apabila terjadi gempa.

“Kami memberikan pemahaman tentang bagaimana cara mencari tempat perlindungan, dan bagaimana mencari jalur keluar di titik kumpul, kemudian saat berada di luar ruangan apa yang perlu dihindari serta ketika diatas kendaraan apa yang harus dilakukan,” ucap Akbar.

Jadi, ada beberapa tehnik yang yang diberikan untuk penanganan gempa,termasuk evakuasi korban.

“Kami juga berikan penanganan medis dasar tentang bagaimana cara yang harus dilakukan sebelum tim yang lebih ahli tiba ditempat dan mereka sudah bisa evakuasi secara mandiri,” tutup Akbar. (a)

Reporter : Waty


Terkini