oleh

BKKBN Sultra Edukasi Pelajar Kota Kendari Mengenal Program Berantas Narkoba

KENDARI – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sultra, membina dan mengedukasi pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk mengenal dan mengetahui program kerja dari BKKBN.

Seperti dikatakan Plt Kepala BKKBN Perwakilan Sultra Dr Mustakim, kegiatan itu merupakan langkah BKKBN untuk memerangi narkoba dengan melibatkan pelajar.

“Kenapa kita melibatkan remaja, karena kita membutuhkan regenerasi khususnya dalam pembangunan. Dimana setiap pembangunan melibatkan penduduk, kita harap generasi kedepan memahami secara baik terkait kependudukan dan keluarga berencana, apalagi generasi muda adalah pemimpin masa depan,” ungkap Mustakim saat ditemui usai kegiatan di halaman kantor BKKBN Provinsi Sultra, Sabtu (21/07/2018).

Dijelaskannya, hakikat kependudukan disuatu negara tidak lepas dari 3 pokok yakni kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk. Dimana problem penduduk dari segi kelahiran butuh tugas berat bagaimana mengendalikan kelahiran, mensejahterakan lansia termasuk program BKKBN.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Sub Bidang Kerjasama Pendidikan BKKBN Provinsi Sultra, Arrasyid mengatakan kegiatan itu dilaksanakan terkait kependudukan dimana ada hal pokok yang harus diperhatikan dalam kependudukan yakni kelahiran, kematian, serta perpindahan penduduk.

Katanya, tujuan kegiatan tersebut agar mengedukasi pelajar terkait program dari BKKBN,  dimana pesertanya adalah pelajar yang menjadi pemerhati ke pendudukan karena tujuan cikal bakal semua peran dimulai dari remaja.

“Kami berupaya membina para pelajar untuk mengenal seperti apa sebenarnya tuga-tugas mereka salah satunya kami buatkan kegiatan stand up speech. Stand up speech sebenarnya kaya lompa pidato cuman kita buat yang lebih besar supaya mereka tau tentang kependudukan biar para pelajar tau secara tidak langsung dengan tema yang sudah di siapkan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengadakan lomba tradisional, kerena selama ini remaja sudah banyak yang tidak mengetahui seperti apa permainannya. Jenis permainannya ada tiga yaitu pertama tari tongkat, balo bakiak dan galasin.

“Untuk pesertanya para pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dimana kegiatannya dilaksanakan selama dua hari. Sekaligus memperingati hari kependudukan dunia,” tutupnya.


Rporter : Waty
Editor : Hendriansyah

Terkini