Pendidikan Indonesia Urutan 10 Negara Berkembang, Arsalim: Masalahnya Ada di Kurikulum

ANDOOLO – Peringatan Hari Guru Nasional ke 72 Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar Seminar Pendidikan dalam rangka kesadaran kolektif guru untuk meningkatkan disiplin dan etos kerja dalam penguatan pendidikan karakter.

Dalam sambutannya Pakar Pendidikan Sultra, Akip, mengatakan pendidikan karakter harus diterapkan di sekolah atau lingkungan pendidikan guna peningkatan etos kerja serta berpengaruh positif terhadap peserta didik.

“Itulah pentingnya pendidikan karakter bagi peserta didik,” jelas Akip dalam seminar yang dilaksanakan di SDN 2 Laeya Konsel, Rabu (22/11).

Selain itu Wakil Bupati Konsel, Arsalim mengatakan, kolektifitas guru terbentuk karena adanya sebuah moralitas yang terbangun guna terbentuk kebersaman dalam etos kerja dan etika kerja.

“Dunia pendidikan sekarang ini harus berbenah agar tidak tertinggal oleh negara lain, sekarang pendidikan Indonesia berada diurutan ke 10 dari 14 negara berkembang,” jelasnya.

Ada beberapa solusi peningkatan pendidikan, yakni menciptakan identitas baru pendidikan serta inovasi yang bersifat membangun, selain itu service yakni membangun visi yang sama harus dibangun dalam aspek komunikasi serta pengajaran, berupa media pengajaran harus ditingkatkan.

“Salah satu masalah pendidikan kita terletak pada pembuatan kurikulum yang sentralistik dan turun ke daerah untuk diikuti, berbeda dengan negara maju dimana kurikulum dibuat secara general terus memfleksibelkan kurikulum tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Erlin
Editor: Kardin

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: