Saat suasana pentas seni musik berlangsung di Lapangan Kancil, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra),

Kemeriahan Unggun Gembira Tutup Kemah Akbar Ponpes Gontor Konsel

Reporter : Ruslan
Editor : Kang Upi

KENDARI – Pembakaran api unggun yang bertajuk ‘Unggun Gembira’ menjadi agenda penutup perkemahan akbar Pondok Modern Darussalam Gontor 7, yang digelar sejak 2 hingga 6 Januari 2019.

Agenda ini juga dirangkaikan dengan pentas seni para peserta perkemahan, yang menampilkan berbagai kreasi diatas panggung, di Lapangan Kancil, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra), Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor 7, Arifuddin S.AP, mengatakan, Unggun Gembira yang dirangkaikan dengan pentas seni ini digelar untuk mengenalkan kepada masyarakat Sultra bahwa pendidikan di pesantren itu tidak monoton.

“Santri di pesantren tidak hanya mampu membaca Alqur’an dan pidato tetapi lebih dari itu, seperti pendidikan skill juga ada, akademisnya juga masuk, yang terpenting juga ada pendidikan untuk Emotional Quotient (EQ),” terangnya.

Diungkapkannya juga, bahwa sebanyak 300 Santri Pondok Modern Darussalam Gontor 7 yang bertempat di Desa Pudahoa, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan ini akan menyuguhkan penampilan terbaiknya sebagai persembahan untuk masyarakat Kota Kendari.

“Malam ini mereka menampilkan berbagai macam kreatifitas seperti nyanyian lagu religi, tarian dari seluruh nusantara yang dipadukan jadi satu, ada juga pementasan puisi mengungkapkan batin mereka terhadap perkembangan Indonesia saat ini dengan harapan kedepan Indonesia lebih maju dan lebih baik, terutama dibidang pendidikan yang berbasis agama untuk bisa diperhatikan pemerintah,” ungkapnya yang ditemui usai kegiatan, Sabtu (05/01/2019) pukul 12:30 WITA.

Arifuddin juga menjelaskan, sejak Pondok Modern Darussalam Gontor 7 berdiri di tahun 2002, perkemahan akbar sekaligus pentas seni ini baru pertama kali diselenggarakan di Kota Kendari.

“Kegiatan ini biasanya kami adakan di Mowila, Unaaha kemudian Ranomeeto, baru tahun ini kita memberanikan diri menggelar di Kota Kendari dan Alhamdulillah pemerintah kota maupun pemerintah kecamatan sangat menyambut sekali,” jelasnya.

Ia berharap di setiap ada kegiatan para santri, masyarakat bisa menangkap bahwa pesantren itu bukan hanya bisa baca Alquran tetapi banyak keterampilan yang bisa mereka gali yang kemudian nanti begitu selesai mereka bisa mengaplikasikan di tempat mereka masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir juga ikatan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor 4 yang ada di Kota Kendari. (b)


error: Content is protected !!
%d bloggers like this: