oleh

BNN Sultra Sosialisasi Bahaya Narkoba Kepada ASN Dikmudora Kendari

 

Reporter: Nina Piratnasari

KENDARI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta pelaksanaan tes urine bagi ASN di Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Selasa, 29 Juni 2021.

Kepala BNN Kota Kendari, Murniaty, sosialisasi mengatakan merupakan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) nomor 2 tahun 2020 juga sekaligus instruksi Wali Kota Kendari. Dimana, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan kegiatan seperti itu.

“Semoga saja apa yang dilakukan oleh Dikmudora itu bisa mencemari OPD yang lain untuk melakukan kegiatan seperti ini, karena bagaimana pun ada Inpres dan juga instruksi Wali Kota,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan itu sebagai bentuk pencerahan kepada seluruh staf di Dikmudora serta memberikan efek jera sekiranya ditemukan ada yang positif.

“Tapi allhamdulilah kalo dilihat-lihat secara psikis kayaknya in sha allah semua hasilnya negatif sebentar. Tapi nanti hasilnya kita lihat sendiri,” katanya.

Untuk itu, kata dia, sekiranya jika ada yang mulai mencoba-coba dalam penyalahgunaan narkoba agar segera berhenti.

“Karena dari Kemendagri sendiri, tidak ada ampun bagi ASN yang coba-coba pakai narkoba. Dia punya jabatan mungkin dicopot atau bahkan mungkin dipecat,” jelasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kadis Dikmodura Kota Kendari, Makmur mengatakan, pihaknya sengaja mengundang BNN Kendari untuk melakukan sosialisasi dan tes urine.

“Dan allhamdulilah dari 4 rencana aksi daerah yang dicanangkan di instruksi Wali Kota Kendari, Dikmudora Kendari telah melakukan ke empatnya, yakni sosialisasi, tes urine, kemudian juga pembentukan Satgas dan surat edaran kepala dinas ke sekolah-sekolah sudah kami sampaikan,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap untuk hasil dari tes urine yang di lakukan pada hari ini semua negatif.

“Tetapi juga sudah saya sampaikan tadi bahwa ada staf kita yang sebelumnya mungkin beberapa hari yang lalu mengonsumsi obat-obatan. Mudah-mudahan ketika di tes itu tidak terkontaminasi sehingga dinyatakan negatif,” pungkasnya.

Terkini