oleh

BPJS Ketenagakerjaan Bersama Bank Sultra Launching Kartu Jamsostek Untuk Petani

KENDARI – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketengakerjaan cabang Kendari bersama dengan Bank Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi melauncing 16.000 Kartu Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek), Minggu (28/10/2018). Kegiatan itu juga dirangkainkan dengan acara jalan santai dan senam sehat.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari, La Uno mengatakan, Kartu Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk petani di Sultra merupakan bentuk inisiasi yang digagas BPJS Ketenagakerjaan, selain sebagai bentuk perlindungan, juga sebagai bentuk kepedulian kepada para Petani.

“Kartu yang diluncurkan sebanyak 16.000 dan diprioritaskan bagi para petani kakao dengan dua jaminan perlindungan yakni jaminan hari tua dan jaminan kecelakaan kerja dengan iuran sebesar Rp, 16.800,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Direktur Wilayah Sulawesi Maluku, Sudirman Simamora mengungkapkan. kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas dengan Bank Sultra dan pemerintah daerah yang ingin bersama-sama menuntaskan kemiskinan.

“Tingkat angkatan kerja dan pekerja serta yang pendaftar itu sudah semakin besar dan gepnya sudah semakin kecil sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan di Sultra,” ucapnya.

Katanya, launching Kartu Jamsostek untuk para petani ini, bertujuan untuk merekatkan kebersamaan antara seluruh masyarakat Sultra dengan BPJS Ketenagakerjaan maupun instansi Pemerintahan Provinsi.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank Sultra, Khaerul Kumala Raden menyampaikan, program seperti ini sudah berjalan beberapa tahun yang lalu, dimana saat itu pihaknya meluncurkan kartu untuk kepada para nelayan, non ASN dan sekarang bagi para petani yang kurang lebih 16.000 orang.

“Untuk iurannya Bank Sultra yang tanggung selama enam bulan, dan kami harapkan iurannya akan terus berlanjut karena petani kami integrasikan dengan program kredit pertanian di Bank Sultra.

Khaerul juga berharap, agar para petani yang sudah terkafer dapat menghasilkan suatu hal yang mandiri menjadi peserta, sehingga pihaknya bisa berpindah kepada petani yang lain lagi.

“Dana CSR yang disalurkan itu bertahap selama enam, yaitu sebesar 500 juta,” tutupnya. (a)


Reporter : Waty


Terkini