BPOM Kendari Catat Temuan Kadaluarsa di 2022 Didominasi Produk Susu Kaleng

NEWS748 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kendari selama di tahun 2022 telah mengamankan puluhan produk kadaluarsa, Jumat (23/12/2022).

Kepala BPOM Kendari, Yoseph Nahak Klau mengatakan, jumlah produk kadaluarsa yang ditemukan selama 2022 ada sebanyak 51 item. Di mana dari hasil temuan itu didominasi oleh tiga produk.

“Dalam temuan itu didominasi oleh beberapa produk, seperti susu kaleng, kemudian daging kaleng dan bumbu. Itu yang dominasi,” ujarnya kepada mediakendari.com.

Kata dia, modus para pedagang dalam menyembunyikan hal tersebut dengan mengganti label tanggal. Sehingga produk tersebut tetap terlihat masih memenuhi aturan.

Selain temuan produk kadaluarsa, BPOM Kendari juga mengamankan sejumlah produk yang rusak sebanyak 143 item dan produk tanpa izin edar sebanyak 5 item.

Produk-produk itu ditemukan pada sarana peredaran pangan, seperti importir/distributor, toko, supermarket, hypermart dan pasar tradisional yang ada di daerah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ia menjelaskan bahwa setelah dari temuan produk itu BPOM Kendari memusnahkan dengan cara dibakar menggunakan mobil incinerator.

“Produk-produk yang kami amankan seperti yang kadaluarsa kami kumpul kemudian kami bakar agar tidak ada yang menyalahgunakan,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Substansi dan Pemeriksaan, Sienny menambahkan hingga saat ini masih ditemukan produk-produk yang tidak memenuhi standar seperti produk rusak di pasaran karena masih banyaknya pedagang yang bandel.

“Biasanya itu kalau kita operasi, produk-produk yang bagus mereka simpan di depan tapi yang rusak-rusak mereka simpan dibelakang (disembunyikan). jadi harus kita cek baik-baik,” ungkapnya.

Terakhir, Balai POM Kendari mengimbau kepada para pelaku usaha agar selalu patuh terhadap peraturan perundang-undangan dalam menjalankan usahanya serta diharapkan agar masyarakat menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman dengan selalu melakukan cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kadaluarsa).

 

Reporter : Muhammad Ismail