Reporter : Rahmat R.
Editor : Kang Upi
KENDARI – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Lukman Abunawas resmi membuka Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Sultra XXV tahun 2019, di Aula Bahteramas, Selasa (26/03/2019).
Agenda bertema ‘melalui STQH kita tingkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai al qur’an dan hadits dalam memperkuat pilar Sultra beriman menuju Sultra yang aman, maju sejahtera dan bermartabat’, rencananya digelar hingga 31 Maret 2019 mendatang.
STQH XXV ini sendiri diikuti 242 peserta dari 17 Kabupaten dan Kota se-Sultra, dan berlangsung selama satu minggu mulai 24 Maret 2019, diawali dengan agenda pawai ta’aruf di Depan Eks MTQ, Senin (25/03/2019) kemarin.
Baca Juga :
- Nur Alam Gelar Buka Puasa Bersama Santri dan Anak Yatim di Masjid Al Alam Kendari
- Polemik Dugaan Tambang Nikel Ilegal di Konut, Status Hukum Anton Timbang Jadi Sorotan
- Siswa SIP Angkatan 55 Polda Sultra Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Al-Ikhlas Baruga
- Kapolda Sultra Salurkan Zakat Fitrah kepada 159 Penerima Jelang Idulfitri
- Kapolda Sultra Pantau Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Amolengo dan Torobulu
- Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg di Sultra Aman Selama Ramadan
Dalam sambutanya, Lukman Abunawas mengatakan STQH merupakan agenda musabaqah atau lomba tentang Al Qur’an yang sudah menjadi rutinitas mulai tingkat kabupaten dan kota, provinsi bahkan nasional serta internasional.
Kata dia, STQH diyakini bisa menghadirkan dan membawa nilai kemanfaatan dan kemaslahatan universal. Menurutnya, nilai tersebut tidak hanya soal budiyah saja, lomba seni baca Al qur’an dari waktu ke waktu telah teruji dan terbukti mampu menghadirkan ketenangan.
Harapannya, kata Lukman, nuansa Musabaqah Al Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai misi dan syiar keagamaan semata, tetapi mampu menghadirkan pemahaman hakekat serta manfaat dan mashlahat yang menyertainya.
“Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk, pedoman dan tuntunan hidup bagi umat manusia. Selain mengandung prinsip akidah dan keimanan, juga berisi nilai sosial yang bersifat universal. Jadi bukan capaian dalam lomba saja tetapi pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an,” tukasnya. (A)
