oleh

Bupati Kolut Canangkan Perdana Penanaman Sela dengan Menyiapkan Lahan 2000 Ha

LASUSUA – Untuk meningkatkan serta mengoptimalkan ekonomi masyarakat dalam program unggulan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) menggenjot program berbasis ekonomi kerakyatan yakni Program Revitalisasi Peremajaan Kakao, tahun 2018 ini dan pemanfaatan tanaman sela tanaman dengan menyiapkan lahan sebesar 2000 Ha.

Maka dari itu, Bupati Kolaka Utara, Drs H Nur Rahman Umar MH  melakukan Penanaman Perdana Tanaman Sela berupa tanaman  jagung di dua kecamatan yakni Kecamatan Kodeoha di Desa Korooha dan Kecamatan Pakue Tengah di Desa Latali.

Turut hadir dalam pencanangan Penanaman Tanaman Sela di dua kecamatan itu, yakni Prof Juyanda, Prof Amir, Ir Mudawing, (Pengawas/ Konsultan), Kejari Kolut, Andi Fahruddin, SH.MH, Perwira Penghubung 1412 Kolaka di Lasusua, Mayor Infantri Sutejo, Kapolres Kolut yang diwakili Kapolsek Kodeoha, Kepala OPD camat dan desa.

Bupati Kolaka Utara, Drs H. Nur Rahman Umar MH mengatakan,  dalam program revitalisasi kakao ini diharapkan semua pemerintah setempat dari camat dan desa bersama jajaranya para penyuluh, pendamping desa, termasuk di harapkan keterlibatanya jajaran koramil, jajaran Polsek untuk bersama- sama mengawal serta mendukung penuh atas pelaksanaan kegiatan revitalisasi sekaligus kegiatan penanaman perdana  tanaman sela di dua kecamatan tersebut.

“Mudah – mudahan dengan tanaman sela ini, dapat menjawab tantangan kehidupan atas kebutuhan masyarakat, yang selama ini terjadi penurunan inkam Perkapita di kolut ini,” kata Nur Rahman Umar kepada Mediakendari.com, seuasai kegiatan di Desa Korooha, Jum’at (31/8/2018).

Lebih lanjut kata Bupati Kolut ini, tujuan dari pencanangan penanaman perdana tanaman sela ini, hanya semata – mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kolut.

“Untuk masyarakat Kolut, ini peluang istimewa, tolong di tangkap peluang ini jangan disia-siakan ini untuk kehidupan masyarakat, saya lihat sekarang ini masih banyak yang tidak perduli serta keseriusan dengan tanaman sela ini, tolong jangan tidak peduli dengan tanaman sela ini, pemerintah telah menghitung dengan bibit yang telah di siapkan untuk 2000 hektar perkalikan dengan harga minimal  Rp 2800 di kali hasil perhektar 5 ton akan mendapatkan Rp 28 miliar sampai Rp 30 milyar,” bebernya

Ia juga menambahkan, uang akan beredar  di Kolut sekitar Rp 30 milyar di masyarakat cukup besar  dari hasil tanaman sela itu.

“Ada yang bisa menunjang kehidupan kita sehari-hari, kalau masyarakat menanam tanaman sela itu, untuk jangka pendek, sambil warga memfokus mengutamakan jangka panjang yakni kakao, ini di harapkan pemerintah ke depan, dalam penantian sekitar dua tahunan tanaman kakao yang di isi tanaman sela,” pungkasnya.

Di ketahui, sasaran program Revitalisasi Tanaman Kakao di kabupaten Kolaka utara tahun 2018 ini, seluas 3200 Hektar yang tersebar di 14 kecamatan
Sementara, sasaran tanaman sela berupa tanaman jagung seluas 2000 hektar yang terdiri dari jagung hibrida 2000 hektar, dan jagung non hibrida seluas 50 hektar.(a)


Reporter : Bahar

Terkini