oleh

Catatan Banjir Bandang di Desa Batuganda, Mengulang Tangis dan Duka di Bumi Patuwonua

Reporter : Pendi / Editor: Kang Upi

KOLUT – Banjir bandang kembali menerjang wilayah Desa Batuganda, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Kamis 17 Desember 2020 sekitar pukul pukul 20.30 malam.

Air bah yang membawa batu dan ratusan potongan kayu besar menerjang dan meluluhlantakan kawasan pemukiman di Desa Batuganda, serta menghanyutkan harta benda milik warga.

Sebanyak lima wilayah yakni Desa Batuganda, Rantelimbong, Tojabi, Patowonua, Pitulua, dan Kelurahan Lasusua kini seakan tenggelam oleh lumpur setinggi selutut orang dewasa.

Tidak hanya itu, kawasan pemukiman dan kebun milik warga pun porak poranda seakan tanpa ampun merusak seluruhnya, dan tanpa menyisahkan harta benda untuk pemiliknya.

Tidak hanya menyisakan tangis duka, banjir bandang yang menerjang Desa Batuganda dan lima desa lainnya juga menyisakan tanda tanya, mengapa bencana berulang kali melanda?.

Belasan Nyawa Hilang Diterjang Bandang di Batuganda.

Berdasarkan catatan MEDIAKENDARI.com, banjir bandang pertama kali menghantam kawasan Desa Batuganda dan sekitarnya itu pada Jumat 22 Januari 2010, atau 10 tahun silam.

Pada saat itu, bencana dahsyat yang melanda sekitar pukul 02.00 WITA saat warga terlelap tidur itu, menyebabkan sebanyak 13 orang tewas dan delapan orang dinyatakan hilang.

Seakan duka akibat bencana belum usai melanda kawasan Bumi Patuwonua, banjir bandang kembali melanda kawasan yang sama pada Sabtu 31 Maret 2018 sekitar pukul 12.00 WITA.

Pada banjir bandang yang melanda empat tahun lalu tepat di tengah hari itu, sebanyak dua orang bapak dan anak tewas, setelah terseret derasnya air bah yang datang tiba-tiba.

Derasnya banjir disertai lumpur, meluas hingga ke jalan dan pemukiman warga. Selain menyebabkan jatuhnya korban jiwa, banjir bandang juga merusak tiga rumah warga yang berada di desa tersebut.

Gerak Cepat Menyelamatkan Warga Batuganda

Puluhan anggota TNI, Polri, BPBD, Satpol PP Pemkab Kolut saat ini berjibaku dengan lumpur serta material bangunan untuk menyelamatkan warga Desa Batuganda dan di lima desa lainnya.

Gerak cepat penyelamatan warga korban banjir dilakukan, sebelum datangnya hujan deras yang berpotensi mengguyur wilayah tersebut mengirimkan banjir bandang susulan.

Kepala Desa Batuganda, Masbahuddin saat ditemui di lokasi banjir bandang menuturkan, pihaknya terus berusaha agar akses menuju wilayah terisolir bisa ditembuskan.

Menurutnya, akibat bencana tersebut sebanyak empat dusun di Desa Batuganda yakni dusun 3, 4, 5 dan 6 terisolir, disebabkan karena akses jalan menuju ke dusun tersebut terputus.

“Akses jalan dari Desa Batuganda – Desa Rantelimbong didusun satu jalur karena jalan tersebut jatuh, namun untuk motor masih bisa lewat namun harus ekstra hati-hati,” kata Masbahuddin, Jumat 18 Desmeber 2020.

Akibat banjir tersebut, Masbahuddin, lima rumah warga Desa Batuganda hanyut, satu unit mobil, belasan motor terendam, dan puluhan rumah terendam air dan lumpur disertai potongan kayu.

“Hewan ternak ikut dinyatakan hilang karena hanyut, lampu PLN terputus total karena beberapa tiang lampu rebah dan kabelnya pun ada yang sudah tertimbun lumpur,” pungkasnya. /A

Terkini