Notice: Trying to get property of non-object in /home/mediaken/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/content-single.php on line 26

Antisipasi Pencemaran Tinja, Pemkot Kendari Sosialisasikan Program L2T2

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mensosialisasikan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) kepada sejumlah masyarakat kota Kendari. Plt Walikota Kendari Sulkarnain K mengungkapkan, program L2T2 yang pelaksanaannya dilakukan sejak Agustus 2018 lalu, yang dimulai oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintah Kota Kendari, dan secara bertahap akan diterapkan diseluruh masyarakat kota Kendari.

“Program L2T2 ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran air tanah atau pencemaran air sumur terhadap limbah tinja dan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkap Sulkarnain saat di temui usai kegiatan, Rabu (07/11/2018).

Ia menyebutkan, semenjak diluncurkan dari bulan Agustus ASN sudah terdaftar kurang lebih 2000 orang dan sudah berjalan angsurannya iuran untuk pengurasan yang bekerja sama dengan Bank BRI dan Bank Sultra.

Apps Mediakendari

“Kita berharap pemerintah pusat khususnya pemerintah lingkungan hidup bisa menambah kendaraan operasional untuk mobil sedot tinja karena dengan mobil sekarang tidak memadai untuk dilakukan secara optimal,” harapnya.

Ia menuturkan, pihaknya sudah melakukan pembenahan terhadap pengolahan limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puwatu dan tahun ini diperkirakan sudah rampung supaya lebih optimal pemanfaatannya.

“Program L2T2 akan diterapkan di masyarakat dan hari ini baru sosialisasi, semoga masyarakat dapat merespon secara aktif sehingga awal tahun 2019 sudah mulai jalan programnya,” ucapnya.

Ia menambahkan, program L2T2 ditujukan bagi rumah tangga yang memiliki tangki septik (septic tank) dan akan disedot secara terjadwal yaitu sekali dalam dua tahun untuk tangki septik yang tidak kedap dan sekali dalam tiga tahun untuk tangki septik yang kedap, karena selama ini tangki septik (septic tank ) di rumah tangga baru akan disedot atau dikuras kalau sudah penuh atau mampet. “Untuk pembuangan akhirnya nanti di TPA Puwatu dan siap untuk dimanfaatkan,” tutupnya. (a)

Reporter : Waty


Iklan HUT Konawe

error: Content is protected !!