Polda Sultra Benarkan Penyanderaan Dua Warga Wakatobi

Reporter : Hendrik B
Editor : Kang Upi

KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sultra memberikan keterangan resminya terkait dugaan penyanderaan dua nelayan asal Wakatobi di perairan Malaysia, oleh kelompok bersenjata. Dugaan penyandraan oleh kelompok Abu Sayyaf ini diketahui setelah viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt melalui rilis yang diterima redaksi mediakendari.com, menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga korban, kabar penyanderaan diterima, Kamis 6 Desember 2018 lalu.

“Hariadin bersama Heri alias Eri di kabarkan bahwa telah di sandera sekelompok bersenjata di perairan sandakan, Malaysia,” jelas AKBP Harry.

Baca Juga : Ali Mazi Bakal Bantu Warga Wakatobi yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Ia juga menuturkan, pasca beredarnya video penyanderaan tersebut di facebook, Polda Sultra langsung melakukan penelusuran. Dan pada Rabu (20/02) sore, polisi berhasil menemukan identitas salah seorang korban yang ada dalam video tersebut.

Korban bernama Hariadin (45) warga Dusun La Bantea, Desa Kalimas, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Sementara itu, identitas lengkap salah seorang korban lainnya, masih dalam pencarian.

“Nelayan Wakatobi ini sempat memberi kabar kepada keluarga yang berada di Kaledupa. Ia menghubungi istri melalui handphone dan memberitahukan bahwa mereka telah disandera, pada Sabtu 8 Desember 2018 pagi,” tambahnya.

Ia juga menuturkan, dugaan penyanderaan ini telah ditindaklanjuti pihak aparat keamanan Malaysia, yang langsung melakukan pencarian, ke perairan yang diduga menjadi tempat terjadinya aksi penyanderaan ini.

Dalam pencarian tersebut, ditemukan sebuah kapal yang diduga digunakan korban, namun sudah dalam keadaan kosong tanpa seorang pun ABK. (B)

Iklan HUT Konawe

error: Content is protected !!