Target Akreditasi Paripurna, Ini Saran Direktur RS A.M Parikesit Untuk RS Konawe

Redaksi

KALTIM – Manajemen Rumah Sakit (RS) Aji Muhammad Parikesit menyarankan agar pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Konawe meningkatkan peran dan partisipasi serta semua pihak yang ada di instansi tersebut, dalam rangka mengejar target akreditasi paripurna.

Hal ini sebagaimana dipaparkan dr. Mauritz Silalahi, Sp.P., MARS mewakili Direktur RS Aji Muhammad Parikesit, dr Martina Yulianti Sp.PD FINASIM, MARS dalam pemaparan akreditasi paripurna yang telah diraih RS Aji Muhammad Parikesit, Kamis (24/1/2019).

Pemaparan ini merupakan rangkaian Studi Banding Tim BLUD Konawe ke RS Aji Muhammad Parikesit RS di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang telah mendapatkan akreditasi paripurna.

dr. Mauritz Silalahi, Sp.P., MARS menegaskan, saat RS Aji Muhammad Parikesit mengejar target akreditasi paripurna pada beberapa tahun silam, Direktur RS memastikan bahsa semua pihak terlibat dan berperan dalam mengejar terget ini.

“Jadi semua terlibat, jadi motovasi yang disampaikan direktur, bahwa tidah boleh satu orang pun di RS yang tidak berperan dan memiliki sumbangsih dalam akreditasi,” papar dr. Mauritz Silalahi, Sp.P., MARS.

Ia berharap, hal tersebut juga bisa diterapkan di RS Konawe dalam rangka mengejar target akreditasi paripurna, sebagaimana yang telah di raih RS Aji Muhammad Parikesit.

“Jadi waktu itu, seluruh karyawan, mulai dari prerawat hingga dokter spesialis diberikan motivasi yang sama untuk meraih target. Jadi kami juga menunjukan keseriusan kepada surveyor yang datang,” tambahnya.

Dijelaskannya juga, bahwa akreditasi RS merupakan amanah sebagaimana diatur Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 34 tahun 2017 tentang akreditasi rumah sakit. Salah satu yang diatur dari Permen ini, yakni RS yang telah berdiri maksimal 3 tahun wajib akreditasi.

“Inilah landasan yang jadi motivasi kita untuk mengatur dan meningkatkan kualitas RS, menjadi lebih baik,” tambahnya.

Berita Terkait : RSUD A.M Parikesit Jadi Rujukan BLUD RS Konawe Dalam Maksimalkan Pelayanan

Untuk itu, lanjut dr. Mauritz Silalahi, Sp.P., MARS dalam menyongsong target tersebut perubahan struktur pengurus tim akreditasi, tidak boleh menganggu jalannya tahapan persiapan menuju akreditasi paripurna.

“Pergantian pengurus itu itu biasa, sebab yang paling penting itu secara peran tim akreditasi ini diletakan sesuai tupoksinya,” ujarnya.

Hal ini penting ditekankan, kata dr. Mauritz Silalahi, Sp.P., MARS bahwa proses akreditasi yang menjadi penilaian adalah layanan. Jadi dalam posisi pengurus itu mereka yang bersentuhan langsung dengan layanan kesehatan.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: