oleh

Demonstrasi Tuntut Pemecatan Oknum Dosen di IAIN Kendari Ricuh

Reporter : Supriyadin Tungga

KENDARI – Ratusan mahasiswa dan anggota satuan pengamanan (Satpam) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari terlibat baku hantam di halaman Gedung Rektorat IAIN Kendari, Senin 23 November 2020.

Kericuhan terjadi dalam aksi demonstasi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) IAIN Kendari, yang menuntut oknum dosen terduga pelaku pelecehan seksual di kampus tersebut dipecat.

Aksi yang dimulai pukul 08.40 WITA ini awalnya berjalan damai. Para orator bergantian menyampaikan unek-unek dan tuntutannya terhadap pihak rektorat di kampus Islam terbesar di Sultra itu.

Namun aksi demonstrasi itu berubah memanas, setelah ratusan masa mahasiswa menuntut memasuki gedung rektorat dan dihadang puluhan anggota Satpam di depan pintu masuk rektorat kampus tersebut.

Para mahasiswa sendiri mendesak masuk ke gedung rektorat karena Rektor IAIN Kendari tidak kunjung menemui masa aksi, untuk menyampaikan jawaban atas tuntutan mereka.

“Rektor IAIN Kendari sepertinya menghindari massa aksi dan ini jelas adalah bentuk kekecewaan kami dari KBM IAIN Kendari,” tegas Ketua SEMA IAIN Kendari, Sarman saat ditemui usai memimpin aksi demonstrasi.

Hal senada juga disampaikan Wakil Presiden Mahasiswa IAIN Kendari, Hendra Setiawan bahwa, pimpinan kampus yang telah berjanji akan mengeluarkan putusan pada hari ini.

“Saya indikasikan pihak kampus mau mengulur waktu lagi agar kasus ini tenggelam seperti kasus yang lalu padahal semua bukti kita sudah perlihatkan,” tegas Hendra Setiawan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kendari, Dr. Masdin, M.Pd menuturkan, saat ini oknum dosen tersebut masih diberhentikan sementara.

“Masih dinonaktifkan sementara untuk proses penyelidikan,” terang Dr. Masdin, M.Pd saat ditemui MEDIAKENDARI diruang kerjanya.

Ditempat terpisah, salah seorang mahasiswa terduga korban pelecehan seksual oknum dosen yang ditemui MEDIAKENDARI.com menuntut oknum dosen itu di pecat dari kampus.

“Kami ada screen shot chat, screen video call, sama VN suara oknum dosen itu, dari semua barang bukti saya dan kawan-kawan lainya siap bertanggung jawab,” ungkapnya. /A

Terkini