oleh

Dinas Ketahanan Pangan Edukasi Masyarakat Konsep P2L Saat Kendari Expo

-NEWS-131 dibaca

KENDARI – Hadiri Kendari Expo yang di gelar di Lapangan Benu benua, Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari mendirikan stan dengan menawarkan tiga sub sistem yang ada di ketahanan pangan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Konsumsi dan Ketahanan Pangan Kota Kendari Arianti Patiung, S.P., M.Si pada Sabtu 14 Mei 2022. Dia mengatakan bahwa sub sistem ini terdiri dari subsistem distribusi pangan dan cadangan pangan, subsistem ketersediaan pangan, dan subsistem konsumsi dan keamanan pangan.

Baca Juga : Sekolah Perbatasan Dominasi Peserta Hardiknas di Baubau 

“Ini kalau kita lihat ini banyak tanaman kita itu menerapkan konsep P2L (pekarangan Pangan lestari). Disini memberikan edukasi pada masyarakat bahwa dengan pekarangan yang sempit kita bisa memproduksi pangan. Seperti yang kita lihat di stan Ini ada banyak sayuran yang bisa tumbuh dan mengahasilkan dengan baik ditanam di polibag,” ujarnya.

Lebih lanjut Arianti mengatakan bahwa ada tanaman yang tidak menggunakan tanah tapi hanya dengan menggunakan sekam.

“Jadi yang selama ini masyarakat mengatakan pekarangan sempit dan tidak ada lahan sekarang bisa toh buktinya dengan ditanam di polibag, di karung atau bertingkat itu bisa menjadi solusi bahwa lahan pekarangan yang sempit bisa diubah menjadi lahan produktif untuk pangan,” katanya.

Baca Juga : Begini Pesan Kadis Dikbud Konawe Saat Hardiknas 2022

Arianti juga mengatakan Dinas Ketahanan Pangan memilih pemanfaatan pekarangan karena diharapkan masyarakat bisa memproduksi pangannya sendiri.

“Dan kalau mereka memproduksi sendiri jelas mereka akan membudidayakan dengan cara yang aman untuk dikonsumsi. Berbeda dengan kalau dibeli itukan biasanya dibudidayakan untuk tujuan komersial jadi untuk pengendalian hama jelas menggunakan pestisida,” jelasnya.

Baca Juga : Wali Kota Kendari : Lomba Lari Maraton Dapat Hadiah dan Sehat

“Itulah manfaat dari P2L sehingga ketika kami membuka stan ini pengunjung itu bukan hanya dari orang dewasa saja tetapi mulai dari anak TK karena mereka ingin belajar,” pungkasnya.

Stan Dinas Ketahanan Pangan mengedukasi dan memperkenalkan pada masyarakat bahwa tanaman Yang ada bisa di budidayakan dan ditanam sendiri.

Reporter : Dila Aidzin

Facebook : Mediakendari

Terkini