oleh

Dinggap Tidak Netral, Puluhan Kader HMI Gruduk Panitia Musda

KENDARI – Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadwalkan Musyawarah Daerah (Musda) ke-V BADKO HMI Sultra pada tanggal 29-31 Juli 2018.

Musda tersebut dilakukan untuk menetapkan Formatuer/Ketua Umum Badko HMI Sultra Periode 2018-2020 sesuai Surat Edaran Pengurus Besar HMI.

Tahapan Musda dimulai sejak proses pendaftaran untuk para kandidat calon ketua umum/formateur Badko HMI Sultra.

Namum ada kejanggalan proses tersebut sehingga sebagian kader menggelar aksi demonstrasi pada Minggu (29/07/2018) di Sekretariat HMI cabang Kendari.

Menurut Husnia selaku korlap aksi, berdasarkan syarat administrasi kandidat calon formateur/ketua umum Badko HMI Sultra Periode 2018-2020 yang ditandatangani oleh Stering Committe (SC) Musda V Badko HMI Sultra pada tanggal 20 Juli 2018 bahwa batas penyetoran berkas calon kandidat formateur/ketua umum paling lambat tanggal Sabtu,  28 juli 2018 pukul 17.00 WITA.

Namun, pada tahapannya pihak penyelenggara Musda melakukan perpanjangan waktu pendaftaran sebanyak 2 kali.

“Yang pertama waktu penyetoran berkas calon kandidat formateur/ketua umum Badko HMI Sultra diperpanjang sampai tanggal 29 juli 2018 pukul 10.00 WITA, kemudian diperpanjang kembali sampai tanggal 29 juli 2018 pukul 17.00 WITA,” bebernya saat berorasi.

Menurut dia,  kejadian tersebut secara konstitusi, dalam proses perpanjangan waktu pendaftaran seharusnya diberikan Keterangan yang jelas terkait pertimbangan-pertimbangan apa saja yang menyebabkan proses pendaftaran diperpanjang dan dituangkan dalam bentuk Surat Keterangan Perpanjangan Waktu Pendaftaran ataupun dalam bentuk lainnya yang secara yuridis itu bisa dipertanggungjawabkan.

Hasnia menegaskan, sesungguhnya proses perpanjangan waktu pendaftaran telah merugikan banyak pihak termasuk pihak penyelenggara sendiri karena dianggap sudah tidak konsisten terhadap jadwal.

“Berdasarkan keterangan yang dipublikasi telah ada 2 kandidat calon ketua umum Badko HMI Sultra melengkapi berkas persyaratan tepat pada pukul 17.00 WITA tanggal 28 juli 2018.

Lanjut Hasnia, jika dicermati, opini publik bisa saja menganggap pihak penyelenggara sengaja mengundur waktu proses pendaftaran untuk menunggu calon kandidat lainnya.

“Jika benar demikian adanya, maka proses Musda V Badko HMI Sultra sudah mencoreng khittah perjuangan pendahulu HMI dan menyimpang jauh dari cita-cita organisasi kemahasiswaan hijau hitam ini,” tambah Husnia.

Ia menegaskan, pihak penyelenggara Musda V Badko HMI Sultra harusnya bersikap netral dan menjalankan proses dengan menjunjung tinggi asas keadilan.

“Semoga Musda V Badko HMI Sultra berjalan sesuai hasil musyawarah yang diharapkan dengan tidak dicederai oleh pihak-pihak yang mementingkan kepentingan pribadi dan golongan. Mari menjaga perbedaan dengan keterbukaan dan kelapangan. Yakin Usaha Sampai,” tukas Husnia.


Reporter : Ruslan

Terkini