KENDARIMETRO KOTAPEMPROVWISATA

Dispar Sultra Dukung Penuh Pelestarian Gua Soronga, Situs Unik dengan Peti Kayu Purba

87
Gua Soronga dikenal sebagai salah satu situs budaya paling unik di Sultra.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan dukungan penuh terhadap penetapan Gua Soronga di Kabupaten Kolaka Timur sebagai cagar budaya daerah.

Dukungan ini diberikan setelah penetapan resmi dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Koltim bersama tim akademik dari Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, dan Dinas Kebudayaan Sultra.

Gua Soronga dikenal sebagai salah satu situs budaya paling unik di Sultra. Di dalamnya terdapat peti mati kayu kuno serta tengkorak dan tulang-belulang manusia berusia ratusan tahun, yang menjadi bukti tingginya nilai historis dan tradisi leluhur masyarakat masa lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Belli Harli Tombili, menegaskan bahwa Gua Soronga memiliki nilai luar biasa dan perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi.
“Gua Soronga adalah aset budaya yang tidak hanya penting bagi Kolaka Timur, tetapi juga bagi Sulawesi Tenggara. Keunikannya sangat kuat dan harus dilestarikan. Kami dari Dispar Sultra mendukung penuh upaya pelestarian dan pengembangannya sebagai destinasi wisata budaya,” ujar Belli Harli Tombili.

Ia menambahkan bahwa keberadaan peti kayu purba dan sisa-sisa manusia di dalam gua tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga sumber pembelajaran sejarah dan antropologi.
“Ini adalah ruang edukasi yang hidup. Wisatawan bisa melihat langsung bagaimana tradisi penguburan leluhur dilakukan. Nilai seperti ini sangat langka dan menjadi kekuatan besar bagi pengembangan wisata budaya,”tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dikbud Koltim, Sukrianto, menjelaskan bahwa penetapan Gua Soronga sebagai cagar budaya bertujuan menjaga kelestarian informasi sejarah agar tidak hilang dan tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurutnya, kondisi alam sekitar gua yang berada di perbukitan dengan udara sejuk dan pepohonan lebat turut menambah daya tarik wisatawan.

Pemda Koltim saat ini tengah menyiapkan konsep penataan kawasan, peningkatan infrastruktur akses, hingga interpretasi sejarah yang dapat memudahkan wisatawan memahami nilai budaya situs tersebut. Dispar Sultra menilai langkah ini sejalan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Belli Harli Tombili menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terlebih pada pengembangan destinasi budaya seperti Gua Soronga membutuhkan dukungan semua pihak.

“SDM lokal, Pokdarwis, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi harus berjalan bersama. Jika pengelolaan dilakukan dengan tepat, Gua Soronga bisa menjadi destinasi unggulan yang mendorong ekonomi masyarakat,” katanya.

Dengan nilai sejarah, keunikan artefak, serta panorama alam yang menenangkan, Gua Soronga kini menjadi salah satu situs yang diproyeksikan masuk dalam peta wisata budaya prioritas Sulawesi Tenggara. Pemerintah provinsi pun mengajak masyarakat turut menjaga kelestariannya.

Gua Soronga kini siap menjadi saksi perjalanan sejarah sekaligus destinasi wisata yang menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi siapa pun yang datang berkunjung.

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version