oleh

DP3A Konawe selatan Gandeng Psikolog Lulusan UGM

 

Reporter: Erlin

KONAWE SELATAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggandeng psikolog lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) untuk menangani korban kekerasan.

Kepala DP3A Konsel Yuliana menuturkan, selama ini jika ada anak atau perempuan korban kekerasan, pihaknya membawa ke DP3A Provinsi Sultra untuk terapi dan konseling, bukan hanya sekali tapi tiga kali.

Untuk itu, dengan hadirnya psikolog Nur Haerani Haeba, bisa membantu kesembuhan korban, salah satunya kekerasan seksual, agar cepat pulih dari rasa traumatik dan bisa beraktivitas seperti semula.

Berdasarkan data DP3A Konsel, jumlah angka kekerasan seksual yang terjadi pada tahun 2020 lalu sebanyak 23 kasus.

“Psikologi sangat dibutuhkan di DP3A, alhamdulillah dengan bergabungnya psikolog Nur Haerani Haeba, Insyaallah kita tidak akan ke DP3A Provinsi lagi,” kata Yuliana di ruang kerjanya, Selasa. 10 Maret 2021.

Senada dengan itu, psikolog Nur Haerani Haeba membenarkan jika pelecehan seksual berdampak psikologis bagi korban, berupa traumatik , yang jika tidak ditangani akan membawa dampak bagi korban di usia remaja atau dewasa.

“Dampaknya secara psikologis, seperti emosi tidak stabil, menarik diri, pendiam atau mungkin bahkan akan mengalami depresi berkepanjangan serta mungkin dia akan ketakutan takut,” kata Nur Haerani.

Contoh kasus lainnya, kata Nur Haeni, bisa jadi akan muncul ketakutan untuk bertemu laki-laki, tidak mau bergaul, atau takut untuk menikah. Ada ketakutan akan kembali mengalami kekerasan.

“Secara sosial anak-anak korban kekerasan ini merasa menarik diri, suka melamun tidak mau lagi berteman, dan merasa rendah diri karena mengalami sesuatu yang tidak dialami teman-temannya,” pungkasnya. / B

Terkini