oleh

DPC Peradi Kendari Gelar Muscab Tahun 2022

-NEWS-79 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) cabang II Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Kendari versi Otto Hasibuan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) tahun 2022.

Kegiatan itu berlangsung pada salah satu hotel di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu 6 Agustus 2022.

Musbac mengangkat tema “Peran Strategis DPC Kendari untuk Mewujudkan Profesi Advokat yang Berintegritas, Profesional dan Bermartabat”.

Kegiatan ini juga dibuka oleh Ketua Dewan Pengacara Nasional (DPN) Peradi Pusat, Otto Hasibuan dalam hal ini yang diwakili Oleh Wakil Sekretaris Jendral DPN Peradi, Jamil Misbach.

Baca Juga : Nahkodai MPW Pemuda Pancasila Sultra, Rajiun Tumada Target 20 Ribu Anggota

Dalam muscab itu dihadiri oleh sebanyak tiga ratus dua peserta yang terdiri dari berbagai kabupaten/kota yang ada di wilayah Sultra.

Ketua Panitia, Rizal, dalam sambutannya mengatakan, Muscab yang berlangsung itu untuk menentukan ketua baru cabang II Kendari untuk periode tahun 2022/20227.

“Muscab yang digelar hari ini untuk menentukan ketua cabang II DPC Kendari ke depan,” ujarnya.

Adapun kandidat calon yang bakal bertarung dalam kesempatan itu, ia katakan hanya satu yang nantinya akan ditetapkan dalam Muscab.

Baca Juga : Perkuat Partai PKS, La Ode Ida Siap Bertarung Bakal Caleg DPR

“Pengambilan calon itu kemarin ada dua, Ketua Afirudin Mathara dan Sekertaris Saudara Syahiruddin Latif. Dalam hal ini kan pengambilan berkas sudah diversifikasi, ada yang lengkap dan ada yang tidak lengkap. Yang lengkap itu saudara Afirudin Mathara sedangkan Syahiruddin Latif itu tidak melengkapi berkas,” bebernya.

Sehingga kata dia, calon yang akan ditetapkan nantinya kemungkinan besar hanya satu kandidat di dalam forum muscab tersebut. Dan akan dilakukannya aklamasi.

Terlebih dari itu Muscab yang digelar tersebut, dirinya berharap agar dapat berjalan dengan lancar dan dari kegiatan itu bisa lebih membesarkan nama Peradi kedepannya.

 

Reporter : Muhammad Ismail

Terkini