oleh

DPRD Konsel Soroti Proyek Pekerjaan Jalan Ibukota

ANDOOLO РProyek pekerjaan jalan di Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dikerjakan PT. Sarana Perkasa, mendapat sorotan dari berbagai pihak. Pasalnya, pihak kontraktor tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan bagi warga sekitar dan para pengguna jalan.

Karena kurangnya perhatian atas proyek senilai Rp.49 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat aktifitas warga terganggu karena debu yang beterbangan kemana-mana, hal ini juga kerap menimbulkan kecelakaan.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Senawan Silondae mengungkapkan, pihaknya meminta kepada pelaksana kontraktor agar bertanggungjawab dalam penyelenggaran kegiatan.

Dirinya juga menyayangkan kepada pihak ketiga dalam hal ini pelaksna kontraktor yang tidak mengindahkan tahapan-tahapan pengerjaan jalan yang berdampak pada warga yang bermukim di daerah itu.

“Jadi permasalahan debu jalanan ini sebelumnya saya sudah pernah dapat aduan dari warga setempat. Kenapa tidak ada penyiraman debu, karena ini sangat resahkan warga utamanya yang bermukim di wilayah itu. Padahal soal debu ini, jelas-jelas tertuang dalam kontrak. Dimana pihak kontraktor harus secara mobile melakukan penyiraman, dan kalau tidak dilakukan jelas melanggar aturan, dan pihak kontraktor harus kembalikan dana tersebut. Karena ini dampaknya besar, salah satunya warga bisa terserang penyakit seperti sesak nafas dan Ispa,” kritiknya.

Disisi lain, dirinya juga telah mendapat laporan masyarakat bahwa di sekitar pelebaran jalan itu, kerap terjadi kecelakaan. Kata dia, kecelakaan itu memang kerap terjadi, kecelakaan di lokasi jalan kembali terjadi tepatnya di depan rumah sakit, hal ini disebabkan karena adanya tumpukan material yang tidak diberikan tanda rambu-rambu. Tapi anehnya, rambu-rambu peringatan baru dipasang setelah terjadi kecelakaan.

“Sebagai solusi, kita akan segera menyurat kepada pihak dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Kontraktor pelaksana agar masalah yang sering timbul dalam pengerjaan jalan itu segera dituntaskan, dengan harapan agar ada perhatian serius dari masalah ini,” tutupnya. (a)

Reporter: Erlin


Terkini