oleh

Dua Eks Sandera Abu Sayyaf Tiba di Baubau

Reporter: Adhil
Editor: La Ode Adnan Irham

BAUBAU – Maharudin dan Samiun, dua dari tiga korban penyanderaan kelompok separatis Abu Sayyaf di Filipina September 2019 lalu, dipulangkan ke kampung halamannya di Kota Baubau, Jum’at (27/12/2019).

Keduanya tiba sekitar pukul 11.30 WITA menggunakan jalur udara. Sejak pagi hari, sejumlah keluarga korban mendatangi bandar udara Betoambari menanti kedua korban. Tangis haru pecah, mewarnai penjemputan keduanya.

Kepulangan kedua korban di Kota Baubau, didampingi langsung dua orang perwakilan kementerian luar negeri (Kemenlu) Republik Indonesia. Sebelum diserahkan secara resmi ke pihak keluarga, kedua korban tersebut terlebih dahulu diserahkan ke Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Ketenagakerjaan.

Samiun, salah satu korban Abu Sayyaf yang merupakan warga asli Kaledupa, Kabupaten Wakatobi bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan Filipina yang telah membantu upaya pembebasan dirinya beserta paman, Maharudin.

Namun demikian dirinya masih berharap, Pemerintah segera membebaskan Muhammad Farhan, anak dari Maharudin yang saat ini masih disandera.

“Waktu itu gelap, ada kontak senjata waktu upaya pembebasan kami. Cuma kita terpisah dengan Farhan. Jadi hanya kami yang berhasil diselamatkan,” kata Samiun.

Sementara itu, istri Maharudin yang juga ibu kandung korban Muhammad Farhan masih terus berharap, anak tercintanya kembali berkumpul bersama keluarga.

“Saya senang dan bersyukur, suami dan saudaraku sudah kembali, cuma kasian, anakku Farhan masih belum selamat. Kasian, minta tolong Pemerintah bantu selamatkan anakku,” kata wa Daya sedih dan penuh harap.

Terkait pembebasan Farhan, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, tengah mengupayakan pembebasannya bersama Pemerintah Filipina.

“Menteri Pertahanan Filipina mengatakan akan bekerja sekeras mungkin untuk pembebasan Farhan,” ucap Retno Marsudi dikutip dari Kompas.com, Kamis (26/12/2019).

BACA JUGA :

Sebelumnya, kelompok Abu Sayyaf meminta tembusan 30 Juta Peso atau setara Rp. 8,3 Miliar. Ketiganya disandera di perairan Sandakan, Malaysia.

Namun dua dari tiga korban berhasil diselamatkan setelah adanya upaya pembebasan dari tentara Filipina. Namun dalam upaya pembebasan itu, terjadi kontak senjata hingga mengakibatkan satu anggota militer Filipina meninggal dunia. (A)

Terkini